Barnabas mulai menyelam tepat ketika langit bersemu keungu-unguan, saat angin dingin menyapu permukaan danau sehingga air berdesis pelan, sangat amat pelan, nyaris seperti berbisik, menyampaikan segenap rahasia yang bagai tidak akan…
Cerpen : Tart di Bulan Hujan oleh Bakdi Soemanto
”Ternyata harganya tiga ratus tujuh puluh lima ribu, Pak,” kata Sum kepada lakinya, Uncok. ”Barang apa yang kau bicarakan itu, kok mahal amat?” bertanya suaminya. ”Lho, musim hujan tahun lewat dan…
Cerpen : Di Persimpangan Pantura oleh Tantri Pranash
Tak pernah sekalipun aku tampil dengan rok mini dan paha mengundang apalagi bahu terbuka dan dada menantang, tapi mengapa nasib tak berpihak juga? Namaku Limbuk, asal Dukuh Menjangan. Hidupku isinya cuma…
Cerpen : Sehelai Kain Kafan oleh Mahwi Air Tawar
1/ Ia bergegas. Tangan kirinya menyingkap ujung sarungnya hingga beberapa inci dari mata kaki. Layaknya seorang penari memainkan satu komposisi. Berlenggak. Pinggulnya bergoyang ke kanan ke kiri, melangkah pasti sambil menjejaki jalan…
Cerpen : Kimpul oleh Sori Siregar
Awan hitam merangkak pelan. Awan seperti itu setiap hari mengancam pada musim hujan dan merupakan isyarat tak lama lagi hujan akan mencurah deras. Curah hujan belakangan ini memang tinggi. Banjir dan genangan…
Cerpen : Mudik oleh Lie Charlie
Ayah adalah ayah dan kita tahu orang tua tidak berubah. Ia bangun untuk melakukan shalat subuh. Selesai mandi, ayah akan duduk di beranda. Di atas meja rotan dekat vas berisi kembang…
Cerpen : Burung Api Siti oleh Triyanto Triwikromo
Burung-burung api itu melesat dan menembus jantung para pembantai. Para pembunuh terbakar. Tubuh mereka menyala. Siti bertanya, ”Mengapa bangau-bangau ini jadi ganas semua?” Tak ada keindahan seanggun tarian burung bangau yang…
Cerpen : Batas Tidur oleh Gde Aryantha Soethama
Jika hendak tamasya, kami akan pergi ke batas tidur, tubuh pun melayang-layang, terayun-ayun seringan kapas. Benda-benda, gedung, gunung, laut, pohon, dan ternak terangkat, namun tetap terpegang erat di tempatnya. Kicau burung,…
Cerpen : Epitaf bagi Sebuah Alibi oleh Akmal Nasery Basral
Jam meja memekik-mekik membangunkan Flayya. Tangannya yang selicin pualam itu bergerak spontan hendak mematikan alarm, melanjutkan kembara mimpi dari ranjang kamar apartemennya yang asri. Namun sel-sel otaknya mengingatkan ada pergantian jadwal siaran,…
Cerpen : Karangan Bunga dari Menteri oleh Seno Gumira Ajidarma
Belum pernah Siti begitu empet seperti hari ini. ”Pokoknya gue empet ngerti nggak? Empeeeeeeet banget!” ”Kenape emang?” Tanya Ira, sohibnya. ”Empeeeeeeeeeetttt banget!!” Ah elu! Empat-empet-empat-empet aje dari tadi! Empet kenape Sit?”…