Sedari pagi hujan terus mericis. Hingga menjelang magrib baru liris, menjadi gerimis-gerimis tipis. Ketika langit mulai gelap, dan lampu-lampu rumah dinyalakan, hujan sudah sempurna reda. Satu dua laron mulai muncul dan berputar-putar…
Cerpen : Pemburu Air Mata oleh Noviana Kusumawardhani
Buat penggemar matahari, malam selalu menakutkan. Karena hanya pada malam, semua khayalan tentang iblis dan hantu memiliki tempatnya. Malam entah kenapa selalu memecahkan rongga-rongga dada dan membuat denyut jantung lebih cepat….
Cerpen : Salju di Leuven oleh Bosman Batubara
(Kepada Maria Janakova) Tidak lama waktu yang kita lalui. Tapi bukan berarti tidak banyak pula yang kita lakukan. Hanya dalam beberapa bulan kita berkenalan. Tetapi itu sudah cukup untuk membuat kita seperti…
Cerpen : Ketika Pohon Itu Masih Mekar oleh Doni Jaya
Perempuan berkebaya encim berwarna hijau itu menoleh kepadaku dari kursi anyaman plastiknya yang berkeriut rapuh. Tampak sekali bahwa kedatanganku telah mengalihkan pandangannya dari pohon cincau tua yang tumbuh di halaman lapang….
Cerpen : Kain Perca Ibu oleh Andrei Aksana
Ada kebiasaan Ibu yang telah dilakukannya sejak menikah dengan Bapak. Ibu selalu menyimpan pakaian-pakaian yang memiliki arti begitu mendalam baginya. Salah satunya adalah kebaya pengantin lengkap dengan kain batik pesisiran, rapi ia…
Cerpen : Perempuan Tua dalam Rashomon oleh Akutagawa Ryunosuke, Dadang Ari Murtono
Pemberitahuan Setelah melakukan pengkajian dan menimbang berbagai masukan, cerpen Perempuan Tua dalam Rashomon tulisan Dadang Ari Murtono, yang dimuat Kompas Minggu (30/1), dinyatakan dicabut dan tidak pernah termuat dengan berbagai alasan….
Cerpen : Perempuan Tua dalam Kepala oleh Avianti Armand
Di dalam kepalaku hidup seorang perempuan tua pemarah yang gemar menghentak-hentakkan kaki dan berteriak-teriak. Begitu tuanya, dia menyerupai seonggok pohon kering-keriput, bungkuk, dan bengkok di sana-sini dengan sudut-sudut yang janggal. Suaranya seperti…
Cerpen : Kak Ros oleh Gus tf Sakai
Begitu keluar dari kamar dan tak sengaja menatap ke taman itu, aku terpaku: Kak Ros, perempuan hampir separo baya itu, sedang membungkuk menyorongkan wajahnya ke rimbun tapak dara. Tentu bukan sesuatu…
Cerpen : Tulang Belulang oleh Rama Dira J
Kini, kemana pun pergi, tulang belulang anaknya itu selalu ia bawa. Semuanya bermula dari kematian sang istri. Nyawa perempuan itu habis di tangan sendiri. Ia terjun bebas dari lantai dua belas. Pikiran…
Cerpen : Ibu Pulang oleh Fransisca Dewi Ria Utari
Kringg!! Itu dering telepon kedelapan. Aku tahu pasti siapa peneleponnya. Nenek. Dia masih saja berusaha membujukku untuk pulang. Padahal jelas-jelas aku sudah mengatakan kepadanya kemarin bahwa Natal tahun ini aku tak pulang….