Aku dikagetkan oleh suara batu yang dilempar ke pinggir kolam, di samping tempatku duduk mencangkung mengamati ikan-ikan. Aku menoleh ke belakang, dan melihat Mas Burhan tersenyum lebar. Akhirnya, ia bangun juga dari…
Cerpen : Wanita Berpedang Samurai oleh GM Sudarta
Perempuan itu berjalan mendekatiku sambil tangan kirinya menggenggam pangkal sarung pedang, sedang tangan kanannya mencengkeram tangkai pedang, siap menghunusnya. Pedang yang bersarung kulit itu paling tidak sudah selama 60 tahun tergantung di…
Cerpen : Dalam Hujan Hijau Friedenau oleh Triyanto Triwikromo
Kereta yang sesaat berhenti di Stasiun Friedenau itu memang semula ingin menumpahkan aku dan 99 pasang malaikat yang ingin merayakan pernikahanmu dengan Ellen Adele, Arok. Dari Apartemen Carstennstr 25 B—tempat kita (sepasang…
Cerpen : Rumah Duka oleh Ratih Kumala
Hal pertama yang muncul di kepala saat laki-lakiku menamatkan sisa nyawanya adalah; mungkin perempuan itulah yang lebih kehilangan dibanding aku, istri sahnya. Ketika itu jarum jam menggenapkan pukul tiga pagi. Anak perempuanku…
Cerpen : Smokol oleh Nukila Amal
Batara alias Batre gemar menyelenggarakan smokol secara cermat dan meriah sebulan sekali, atau dua kali—tergantung ilham yang didapatnya dari kunjungan sesekali Peri Smokol. Menurut Batara, peri yang berasal dari Manado ini adalah…
Cerpen : Bengawan Solo oleh Danarto
Badan saya masih meriang ketika polisi itu datang. Semalam, saya berkelahi melawan Pak Darkin memperebutkan Nining dan saya kena swing kepalan kirinya. Saya terjerembab tak sadarkan diri. Anak-anak mengangkat tubuh saya ke…
Cerpen : Sampan Zulaiha oleh Hasan Al Banna
Ia mengekori bapaknya yang berjalan beriring dengan Nurdin. Tangan kiri bapaknya menenteng sejumlah bubu bambu perangkap ikan, juga beberapa bubu nilon penjerat kepiting. Tangan kanannya menggenggam sepasang dayung. Nurdin, meski usianya kurang…
Cerpen : Fibriliana oleh Sori Siregar
Sambil menatap ke langit-langit kamar di hotel kecil yang dihuninya di Snag, Fibriliana, yang biasanya dipanggil Fibri oleh teman-temannya, menarik kembali masa lalunya ke hadapannya. Sebuah bencana dahsyat telah merampok semua anggota…
Cerpen : Foto Ibu oleh Ratih Kumala
Sudah kupikir masak-masak; jika aku kelak membuat tato, maka tato itu adalah wajah ibuku. Akan kuukir di kulit punggungku, lebih tepatnya lagi di bagian tengah punggung agar tak kelihatan jika aku memakai…
Cerpen : Cinta pada Sebuah Pagi oleh Eep Saefulloh Fatah
Sebuah rumah mungil di pinggiran timur Jakarta. Sebuah pagi berjalan sebagaimana lazimnya. Asti berkubang dalam banyak pekerjaan rumah. Arnando, seperti biasa, berkutat merampungkan lukisan di studionya. Daster Asti tak mampu menutup seluruh…