Gelgel meringkuk tak berdaya. Darah terus-menerus mengalir dari paha kiri dan betis kanannya. Seluruh wajahnya memar, bahkan nyaris bonyok. Segerombolan tentara tak berusaha menolong, malah mempermainkannya bagai seonggok sampah bau yang pantas…
Cerpen : Apalah Nama oleh Sori Siregar
Rekan-rekan sekerjanya menyebut namanya Syahbudin Tip. Syahbudin tidak keberatan dengan nama barunya itu. Bahkan, ia lebih menyukai nama Syahbudin Tip daripada Syahbudin Geming, namanya yang sebenarnya. Rekan-rekannya memberi nama tersebut bukan tanpa…
Cerpen : Ompung dan Si Pematung oleh Martin Aleida
Sembilan puluh satu dia sekarang. Yang dia rencanakan untuk hidupnya, semua sudah tercapai. Yang tak pernah dia bayangkan pun malah sudah dia nikmati. Sebuah kuburan sudah dia persiapkan di atas bukit. Dan…
Cerpen : Yuang Apuak oleh Darman Moenir
Arwah Yuang Apuak serta-merta melesat ke langit tinggi dan terkaing di lapis ketiga. Arwah itu meregang dan lepas dari tubuh Yuang Apuak di bilik kumuh kontrakan. Sejenak mengiringi sampai di pusara, dari…
Cerpen : Kartu Pos dari Surga oleh Agus Noor
Mobil jemputan sekolah belum lagi berhenti, Beningnya langsung meloncat menghambur. “Hati-hati!” teriak sopir. Tapi gadis kecil itu malah mempercepat larinya. Seperti capung ia melintas halaman. Ia ingin segera membuka kotak pos itu….
Cerpen : Delayed oleh Ratna Indraswari Ibrahim
Sebagai seorang perempuan, sekalipun berprofesi dokter, Nana menganggap minggu-minggu ini buat dia dan keluarga besarnya sangat menyedihkan! Tiga hari yang lampau, adik bungsunya sambil menangis mengatakan, anaknya, Tantiana, positif hamil. Padahal, dia…
Cerpen : Sang Mertua oleh Wilson Nadeak
Baru satu hari tiba di Yogya dan bermalam di hotel, kepalaku terasa pusing. Rombongan pertemuan wanita baru saja pergi dan aku tinggal sendiri karena kurasa wajahku sebelah terasa nyeri dibarengi kepala yang…
Cerpen : Meisa oleh Farizal Sikumbang
Meisa berjalan menyusuri pematang-pematang sawah yang membentang. Langkah kakinya sangat hati-hati sekali. Pematang sawah yang dilaluinya itu terlihat agak basah. Dia tidak ingin terpeleset lalu jatuh ke kubangan lumpur seperti tiga hari…
Cerpen : Ratap Gadis Suayan oleh Damhuri Muhammad
Di mana ada kematian, di sana ada Raisya, janda beranak satu yang bibir pipihnya masih menyisakan kecantikan masa belia. Ia pasti datang meski tanpa diundang. Di dusun Suayan ini, kabar baik dihimbaukan,…
Cerpen : Ngiang Kata Ibu oleh Yusrizal KW
Terdengar suara pintu digedor dari luar. Darahku mendadak naik ke ubun-ubun. Siapa sih sepagi ini ingin bertamu dengan sapaan yang kasar. Kuintip dari balik gorden jendela nako yang segaris dengan pintu masuk….