Karena pagi buta, tak ada yang tahu bagaimana peristiwa sebenarnya. Tapi seorang wartawan, yang mengutip keterangan polisi, menulis berita begini: ”… Pembunuhan itu terjadi sekitar pukul 05.00. Sadim baru bangun tidur dan…
Cerpen : Mawar di Tiang Gantungan oleh Agus Noor
Kuceritakan apa yang kulihat. Tapi kalian mengatakan aku dusta, karena aku buta. Aku memang tak punya mata. Namun berapa kali mesti kukatakan pada kalian, betapa aku bisa melihat langit yang hijau lembut…
Cerpen : Guru Safedi oleh Farizal Sikumbang
Setelah menumpahkan kegundahan hatinya perihal kebutuhan keuangan dalam keluarganya, istri Safedi lalu beranjak dan duduk di depan pintu rumah. Kedua kakinya diluruskan ke depan. Tatapannya tertekuk ke bawah. Dari atas kursi ruang…
Cerpen : Dua Beranak Temurun oleh Benny Arnas
Bada ditinggalkan pinangan hatinya, lelaki paruh baya itu sangat suka mendongeng. Semua dongengannya pun memiliki potongan cerita menarik. Tak heran bila putranya sangat suka menajamkan telinga di sela-sela desauan angin yang memapas…
Cerpen : Bantiran oleh Gde Aryantha Soethama
Bertiga mereka menapak pematang di tengah sawah yang kering kerontang, berbulan-bulan dibiarkan terbengkalai oleh penggarap dan pemiliknya. Bantiran di depan, disusul Kartaman. Paling belakang seorang serdadu memanggul senapan laras panjang. Dekat sebuah…
Cerpen : Hikayat Gusala oleh Yanusa Nugroho
Sebatang nyiur itu kini telah mulai menampakkan kecantikannya. Memang belum lagi setinggi anak berusia 10 tahun, namun pelepahnya yang menguning, yang sebagian masih terbungkus tapas, juga sebagian daunnya yang kuncup, mampu menyemarakkan…
Cerpen : Ibu yang Anaknya Diculik Itu oleh Seno Gumira Ajidarma
Ibu terkulai di kursi seperti orang mati. Pintu, jendela, televisi, telepon, perabotan, buku, cangkir teh, dan lain-lain masih seperti dulu—tetapi waktu telah berlalu sepuluh tahun. Tinggal Ibu kini di ruang keluarga itu,…
Cerpen : Biji Mata Kaushalya oleh Yuyun Kusdianto
Mata yang indah itu lantas memerah setelah segelas penuh Johnnie Walker memantik reaksi pada tubuh Kaushalya, perempuan yang kukenal secara tak sengaja di jantung Yarralumla, di dekat Bentham Butcher, tempat aku biasa…
Cerpen : Perempuan Sinting di Dapur oleh Ugoran Prasad
Dinanti-nanti matinya, Wak Haji Mail malah mulai mengigau. Semula tak seorang pun menangkap apa yang dikatakannya. Kupikir bukan tak bisa. Tak mau, lebih tepatnya. Aku sendiri, begitu diizinkan mendengar langsung segera mencerna,…
Cerpen : Jendela Tua oleh Iyut Fitra
Selalu. Pada akhirnya kita akan pulang pada kesendirian. Setelah suami meninggal. Setelah anak-anak memilih rantau sebagai tujuan kehidupan. Dan rumah gadang hanya tinggal sebagai simbol kekokohan yang sebenarnya teramat rapuh dan sunyi….