Subuh telah menyusut, menggulung pergelaran pesta demokrasi di lapangan dekat balai, yang digelar sejak kemarin pagi. Puncak penghitungan suara di menit-menit pertengahan malam menyisakan sesak di dadamu seperti gerobak bertumpuk sampah yang…
Cerpen : Istana Naga oleh Bagus Dwi Hananto
RASHIMA Taro dipulangkan ke daratan. Ia berjalan pelan-pelan, tapi rasa penasaran yang kian buncah seiring langkah akhirnya membuat dia berhenti sejenak. Penasaran yang dia rasa sudah tidak mungkin ditahan. Dia kemudian membuka…
Cerpen : Kerja, Kerja, Kerja oleh Dadang Ari Murtono
Suatu sore, sepulang kerja, Tomi mengeluhkan lengan kanannya. ”Lihat sini, Ovi,” ia berkata kepada istrinya sambil pelan-pelan mengangkat lengannya tersebut. “ADUH,” Ovi menjerit. ”Bagaimana bisa seperti ini? Apa yang terjadi kepadamu?” ”Tak…
Cerpen : Tak Ada Laki-laki di Rumah Kami oleh Iin Farliani
Sudah berhari-hari dari rumah pertama terdengar bunyi hantaman benda keras yang bertubi-tubi. Terdengar pula suara-suara melengking yang menyakitkan telinga. Orang-orang yang tinggal di sana sedang membangun atap untuk sebuah toko yang menghadap…
Cerpen : Di Atas Panggung Maya oleh Boni Chandra
Peranku sebagai Lelaki Berseragam. Di dalam naskah, aku adalah sipir yang akan menginterogasi Clara—gadis Tionghoa yang diperkosa—lalu aku pun memerkosanya. Akan tetapi, pemeran Clara sungguh keberatan dengan adegan seperti itu. Pertama, ia…
Cerpen : Tohjaya oleh Risen Dhawuh Abdullah
Setelah kau renungkan, kau membenarkan yang dikatakan oleh Pranaraja, abdi kesayanganmu itu. Kau memang harus melenyapkan keturunan Anusapati. Sesegera mungkin. Jika perlu sampai ke akar-akarnya. Sudah pasti, jika kau membiarkannya, kau hanya…
Cerpen : Perempuan di Punggung Lembu oleh Artie Ahmad
DI bawah temaram cahaya rembulan yang pucat, ia mengamati seekor lembu yang sedari tadi berdiri di hadapannya. Lembu berukuran setidaknya dua kali lipat dari ukuran lembu pada umumnya. Lenguhan lembu itu membahana,…
Cerpen : Tohjaya oleh Risen Dhawuh Abdullah
SETELAH kau renungkan, kau membenarkan yang dikatakan oleh Pranaraja, abdi kesayanganmu itu. Kau memang harus melenyapkan keturunan Anusapati. Sesegera mungkin. Jika perlu sampai ke akar-akarnya. Sudah pasti, jika kau membiarkannya, kau hanya…
Cerpen : Kiai Sili (Sebuah Otobiografi) oleh Ida Fitri
Aku terlahir cukup sehat dari ibu yang sehat, namun aku tak punya nama, aku tak suka itu! Tak punya nama memang lazim untuk kami, yang hidup berkelompok dengan bapak yang meletakkan air…
Cerpen : Angka Satu dan Seluruh Titiknya oleh Era Ari Astanto
Dari tempat kau berdiri, kau melihatnya. Sebuah lukisan raksasa di dinding aula museum yang baru saja kau masuki. Lukisan itu memanggilmu tanpa suara, menarikmu lebih dekat. Goresannya seperti membentuk negara (atau kerajaan?)…