Aku melihat orang-orang berdatangan dari Selatan. Mereka datang dalam rombongan-rombongan kecil. Orang-orang yang datang itu tampak lelah dan sarat oleh kekacauan di dalam pikiran mereka. Kepergian mereka ke desa Rembulan seperti menyimpan…
Cerpen : Penemuan Terakhir Lucien oleh Yuditeha
DI jantung Kota Paris, tersembunyi di balik gedung-gedung bersejarah, Laboratorium Friedel berdiri sebagai pusat penelitian paling terkemuka. Di sinilah para ilmuwan terbaik di dunia bekerja siang dan malam untuk menciptakan terobosan baru…
Cerpen : Rumah Baru Aira oleh Dede Soepriatna
HARI ini adalah hari pertama Aira tinggal di rumah barunya di Soreang, Bandung, Jawa Barat. Aira yang semula tinggal di Jayapura, Papua, terpaksa pindah mengikuti ayahnya yang pindah tugas. Pagi ini, ia…
Cerpen : Orang-orang Aneh dari Selatan oleh Ni Komang Ariani
AKU melihat orang-orang berdatangan dari Selatan. Mereka datang dalam rombongan-rombongan kecil. Orang-orang yang datang itu tampak lelah dan sarat oleh kekacauan di dalam pikiran mereka. Kepergian mereka ke desa Rembulan seperti menyimpan…
Cerpen : Paspor oleh Anton Kurnia
Sudah hampir sebulan aku di perantauan. Lima hari lagi aku harus pulang ke kampung halaman. PERASAANKU berkecamuk. Di satu sisi aku kangen pada tanah air tercinta yang alamnya konon kaya raya dan…
Cerpen : Dalam Gelap Menuju Cahaya Terang oleh Astuti
Namanya adalah Laila. Seorang perempuan yang sejak kecil sudah akrab dengan kesedihan. Ayahnya meninggal saat ia berusia delapan tahun, meninggalkan lubang besar di hatinya dan beban yang tak terhitung pada pundak ibunya….
Cerpen : Perempuan Berjari Enam oleh Boiman Manik
Aku bermimpi, berada di tengah kebun kopi. Ada seorang nenek tua, berambut putih, dan berjalan seperti mencari sesuatu. Punggungnya terlihat berat dan menonjol seperti punuk unta, aku memperhatikannya dengan canggung dari belakang….
Cerpen : Tiga Kuburan Lain oleh T Agus Khaidir
Tok Jalal tak lagi riang. Biasanya, selepas Isya dia akan duduk berbincang bergurau-gurau di beranda masjid. Kadangkala sampai mendekati tengah malam, dan baru bergerak setelah Munawar Tawakal, atas perintah Nek Tok, datang…
Cerpen : Pemberontakan Mangun oleh Dhimas Bima Shofyanto
PADA mulanya, kami—penulis cerita ini dan laptopnya—berencana menyuguhkan imaji yang mengejutkan ketertarikan pembaca. Misalnya lanskap lautan manusia bermasker dengan sapuan putih odol di bawah mata, gedung-gedung tinggi terbakar, sampai serbuan suar yang…
Cerpen : Kantong Fiya oleh May Wagiman
PAGI ini Almira dan Fiya pergi berangkat ke sekolah. Fiya membawa tas berwarna merah muda kesukaannya. Tas cantik hadiah ulang tahun dari ayah itu diselempangkannya di depan dada. Raut wajahnya ceria. Ia…