TOK JALAL tak lagi riang. Biasanya, selepas Isya dia akan duduk berbincang bergurau-gurau di beranda masjid. Kadangkala sampai mendekati tengah malam, dan baru bergerak setelah Munawar Tawakal, atas perintah Nek Tok, datang…
Cerpen : Seseorang dari Dalam Baliho dan Pak Tua oleh Dwi Pranoto
I Diterpa angin malam musim bediding, seseorang tiba-tiba melompat keluar dari dalam baliho. Begitu sol pantofelnya beradu trotoar, ia diam mematung sejenak. Sepasang matanya melirik kanan-kiri. Desir angin dan garukan daun-daun kering…
Cerpen : Kembang Krisanku yang Tangguh oleh Ilda Karwayu
Jo, di tempat seluas ini pandanganku menangkap sekitar lima gundukan tanah basah, mungkinkah mereka juga korban jiwa ledakan, sama sepertimu? Yang mana kuburmu? Aku bawa beberapa tangkai krisan putih dan nasi kepal….
Cerpen : Taman Bermain oleh Alit Wahyuni
Kayu sisa pohon jambu yang ditebang ibu minggu lalu mengering. Dahan-dahan telah terpisah dari daun. Ibu menyisihkannya ke tengah, menjadi unggun yang tinggi. Sudah hampir sepuluh tahun pohon itu tumbuh, tapi tidak…
Cerpen : Bahagia oleh Tri Utari
Dipikir hidupku ini menyedihkan, menyandarkan kebahagiaan dengan hanya menonton klip video humor di layar kaca ponsel pintar. Makanya, aku tidak bisa untuk tidak terhubung dengan internet bagaimanapun caranya. Tidak peduli di dapur…
Cerpen : Koropak Mesjid oleh Eep Saefulloh Fatah
Mesjid di Kampung kami heboh. Jumlah dana yang terkumpul dalam Koropak Masjid tiba-tiba saja membengkak. Jumlahnya jauh lebih besar dari biasanya. Oh ya, Koropak di Mesjid itu adalah kotak kayu tua berlubang…
Cerpen : Fragmen Delusif di Kebun Bawang oleh Kukuh Basuki Rahmat
PERASAANKU begitu aneh ketika memasuki ruangan ini. Beberapa foto keluarga terpajang di dinding ruang tamu. Tak jauh beda dari orang biasanya. Hanya aku masih menaruh rasa curiga terhadapnya. Entah mengapa perasaanku berubah…
Cerpen : Rumah Baru Budi oleh Inong Islamiyati
KELUARGA Pak Andi baru saja pindah dari Kota Jakarta ke Kota Surabaya di Jawa Timur karena Pak Andi pindah pekerjaan. Mereka tiba di rumah baru ketika sore hari. Segera keluarga Pak Andi…
Cerpen : Tukar Guling oleh Muna Masyari
Sampir jarit dipadu kebaya putih bertabur payet mengilap yang membalut tubuhmu membuatku ragu, benarkah kau putriku yang pernah kubebat tubuh kecilnya dengan handuk sehabis mandi? Sudah sebesar inikah? Make-up tebal, bibir mungil…
Cerpen : Adik Kakak Ibu oleh Iwan Gunadi
Saya neduh lagi di beranda rumah Bi Piah. Di atas tanah yang kering. Persis di samping kiri pintu kusam yang kebuka. Enggak ada bale atau kursi yang bisa diduduki. Badan saya menggigil. Enggak seperti…