PARDI begitu terkejut, sebab tanpa sengaja dia mendengar percakapan lelaki berkacamata dengan Pak Kades di balai desa tadi siang. Saat itu Pardi hendak pergi ke kebun. Diam-diam Pardi bersembunyi di balik jendela…
Cerpen : Tunggu Aku di Tugu oleh Ayu Prawitasari
Putaran ketiga sendok teh yang mengelilingi cangkir abu-abu tepat pukul setengah lima pagi mengantarkanku ke Stasiun Tugu tepat di jalur empat. Keretaku akan tiba pukul tujuh malam dan kamu sudah menungguku sejak…
Cerpen : Menelisik Checkov melalui Kacamata Orang Kasar oleh Endry Sulistyo, Esai
TEATER adalah wajah kehidupan yang diimajinasikan dengan berbagai perangkat seni. Teater itu sendiri merupakan karya sastra (yang berbahan dasar naskah/teks) yang telah dibumbui beragam (lintas) seni. Dunia sosial yang mengitari pertunjukan teater…
Cerpen : Pokaewa Adhara oleh Waode Nurmuhaemin
“AYAHKU ke langit.” Itu yang dikatakan ibuku dahulu sekali. Waktu itu umurku belum genap enam tahun. Ya, aku ingat persis, umurku belum genap enam tahun. Pasalnya, aku ditolak masuk SD inpres satu-satunya…
Cerpen : Perempuan Berkebaya Merah oleh Ariyo Rizky Valentino
L ALU, setelah semua acara usai dan gedung mulai sepi, semua orang berfoto dengan keluarganya masing-masing, kekasihnya masing-masing, dan teman terbaiknya masing-masing. Kegembiraan sekaligus kesedihan terlukis di wajah semua orang, kecuali kau….
Cerpen : Kata Tak Sampai oleh Novita Riski Utami
SATU buah ubi rebus ini hanya cukup dihabiskan berdua. Tapi lelaki renta itu justru membaginya menjadi lima. Untuk dirinya sendiri dan keluarganya, hari ini bahkan juga esok hari. Tak ada beras maupun…
Cerpen : Telunjuk oleh Ahmisa Marga
Kuikuti langkahku yang menuju entah ke mana. Berhari-hari aku berjalan hanya mengikuti kehendak kaki. Aku sudah kehilangan semuanya sejak dua tahun lalu, eh, sejujurnya, jauh sebelum itu. Sejak peristiwa tujuh tahun lalu…
Cerpen : Buku Hitam oleh Anton Kurnia
Tahukah kau tentang sebuah kitab tua berjuluk ”Buku Hitam”? Memang tak banyak orang yang mengetahuinya. Konon, itu sebuah buku langka yang telah berusia lebih dari 1.300 tahun. Buku itu dikenal sebagai ”Buku…
Cerpen : Senyuman Talbot oleh Nuzul Ilmiawan
Perempuan mestinya memiliki uang dan ruangnya sendiri jikalau ia hendak menulis fiksi. TAK ada yang mengetahui berapa kali penggalan tulisan Woolf tersebut dibaca olehnya, Talbot, yang duduk di tubir sofa. Barangkali ia…
Cerpen : Cara Mengakhiri Sebuah Makan Malam oleh Afrizal Malna
MUSIM dingin untuknya sama dengan ikan yang bersembunyi dalam lukisan-lukisan Gerhard Richter, seorang pelukis Jerman yang sering melintas dalam pikirannya, setiap musim dingin datang. Menciptakan banyak warna untuk menyembunyikannya kembali dalam sapuan…