Bima menggerutu. Tentu cuma batinnya saja yang tahu. Senyuman tetap terpasang di wajahnya. Namun, otot-otot pipinya telanjur menegang sehingga kesan kaku justru menyuar dari romannya. Sebenarnya ia sudah diajarkan cara menjaga citra…
Cerpen : Yang Mendesis di Kepalaku oleh MZ Billal
“TIDAK ada yang boleh pergi. Tidak ada. Sampai hari paling akhir. Tidak ada yang tersisa lagi, Fawad.” Aku tak tahu lagi bagaimana menyingkirkan suaranya dari telingaku. Ia selalu mengikuti ke manapun aku…
Cerpen : Hari di Mana Aku Menjadi Tua oleh Ella Surya
Hujan menjemput mereka dalam kebisuan. Diantar oleh derap langkah sepatu-sepatu bersol tebal juga kendaraan beroda besar yang sibuk melompati genangan air. Beberapa pasang mata terbuka lebar di antara celah jendela yang sempit….
Cerpen : NADIR (Neraka Itu Ada Di Rumah) oleh Fileski Walidha Tanjung
SAHILA, sudah dua hari ini dia mengurung diri di kamar. Ia menahan sakit di bagian mata sebelah kiri. Menutupi sakitnya, mencoba untuk tidak bersuara. Pintu ia kunci dari dalam. Ayah Ibunya pun…
Cerpen : Jimat dari Mayor Gibran oleh Chudori Sukra
SELEPAS tugas kemiliteran dari wilayah Timor Timur pada 2000, salah seorang teman Ayah, Mayor Gibran, sering membagi-bagikan cendera mata unik kepada keluarga kami. Di antaranya gelang dari akar bahar, potongan kayu dari…
Cerpen : Rumah Telinga oleh Ak Basuki
Seorang lelaki yang sedang merasa jadi orang termalang sedunia membeli rumah terujung di suatu kompleks perumahan kuldesak. Kesepakatan terjadi tanpa berbelit bukan saja karena luka parah di hatinya tak kunjung sembuh setelah…
Cerpen : Panggung Teateral Inspektur Jenderal oleh Agus Dermawan T.
Ketika sedang duduk nyaman di kapal pesiar Sebastiantasya Line yang menuju Finlandia, gawai Dutasena menyapa. Kabar petir datang dari sahabatnya di Kota Langkapura. Dut, baru saja ada berita di televisi. Putra Inspektur…
Cerpen : Dari Mana Datangnya Air di Buah Kelapa? oleh Boni Chandra
Kamu menoleh dan melihatnya. Adikmu itu bernama Aira. Ia mulai duduk di bawah pohon kelapa. Sambil menengadah, jarinya bergerak menghitung jumlah buah di tandan kelapa. Tak lama, ia pun bertanya, ”Dari mana…
Cerpen : Harry Sapono dan Sekantung Foto oleh Ken Hanggara
Kunjungan tak terduga Harry Sapono ke sebuah kota melahirkan satu pertanyaan: ”Sebegitu murahkah harga kebenaran?” Kota itu kini terkemas rapi dalam kertas-kertas foto beraroma tajam yang tak lepas dari pelukannya. Tiada barang…
Cerpen : Cinta Absurd di Sekitar Yamato dan Kematian Mallaby oleh Eko Darmoko
Bukan kekalahan Jepang di Perang Dunia II yang membuat hati Qomar berbunga-bunga. Bukan pula karena Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Bukan itu! Bunga-bunga tumbuh di kepala Qomar saat berkenalan dengan Hanum, beberapa hari sebelum…