KATA bapak, Tuhan menciptakan hukum tabur tuai. Jika kau menebar biji cabai, jangan harap bisa panen padi, terangnya. Aku tak mengerti apa yang diucapkan bapak waktu itu, tetapi tetap mengangguk seolah-olah mengerti….
Cerpen : Mengejar Beras oleh Kompas dan Dwi Koen Studio
sumber : kompas.id, 03 Mar 2024.
Cerpen : Surat Arwah oleh Risda Nur Widia
Aku pulang larut dengan menjinjing kepala pening seraya menuntun sepeda gen-chari hadiah mantan kekasihku. Sepanjang malam aku minum-minum sendiri di mise tanpa niat merayakan festival Hanabi. Aku tidak berselera ikut tenggelam dalam lautan lima ribu warga…
Cerpen : Pancawara Paringkel oleh Dody Widianto
MENURUT primbon, Bapak percaya hari ketiga selanjutnya dari weton kelahiran adalah hari sial yang sudah ditakdirkan. Sejujurnya, di era yang serba digital ini, aku kadang meragukan isi buku primbon yang diwariskan Eyang…
Cerpen : Negeri Pemuja Koruptor oleh Dede Dermawan
”Gila negerinya maju banget, maling aja bisa jadi caleg,” seru Kasman melihat spanduk bertuliskan ”Dukung Pak Barry, korupsi dana irigasi, tetapi berjanji korupsi lebih banyak lagi”. ia terpukau meski kelelahan berlari. Kasman…
Cerpen : Tsunami Gurun oleh Jein Oktaviany
”Dunia ini begitu menyenangkan.” Lelaki itu tiba-tiba duduk di kursi. Bila, perempuan yang sedang menutupi tangisnya dengan asap, ingin sekali memaki. Hujan masih begitu deras. Botol kaleng disimpan si lelaki di meja….
Cerpen : Menonton Bapak Memancing di Laut oleh Dewanto Amin Sadono
Oleh DEWANTO AMIN SADONO Tersebutlah keluarga Wayan yang ingin mengisi liburan. Reza ingin melihat Candi Borobudur gara-gara waktu ditanya gurunya letaknya di mana, dijawabnya: Amerika Serikat. Afgan pengin ke Bromo yang disebut-sebut…
Cerpen : Dilarang Mati di Sini oleh Kak Ian
SUARA isak tangisan itu seperti hujan yang tidak ingin reda sebelum langit tuntas menumpahkan segala isinya ke bumi. Terlebih hari itu masih begitu sangat pagi. Bau embun pun masih sangat terasa di…
Cerpen : Mempersiapkan Kematian dengan Santai oleh
“WAKTUMU 24 jam,” ucap seorang pria di seberang sambungan telepon dengan datar. “Persiapkan dengan santai.” Panggilan ditutup. Pukul 19.08. Di sisi seberang meja makan, anak gadisku, Vianna, sedang menonton sesuatu, entah dari…
Cerpen : Tuan Wokodjo Milik Kita Semua oleh Beri Hanna
I BAGAIMANA awal mulanya—secara singkat: Mari kita bicarakan kisah Tuan Wokodjo yang awalnya seorang bajingan dan berakhir mengerikan. Dulu, pada satu senja, di Sorlo, di tepi laut Atrakaru, terempas kapal yang…