WAWAN membenarkan posisi kacamata tuanya berkali-kali dengan tangan kirinya, memastikan letaknya tak akan merosot dari punggung hidungnya yang ramping. Sementara tangan kanannya memegangi handphone (hp) milik Wati, anaknya. Matanya nampak menyipit berusaha…
Cerpen : Jenderal Kardus oleh Trudonahu Abdurrahman Raffles
Mak Inah tergolong penduduk paling tua di kampung kami, satu perkampungan urban di pinggiran kota metropolis. Pembawaannya tenang, jarang bicara dan tak sering terlihat di luar rumah berbaur bersama warga lain. Mungkin…
Cerpen : Kita Hanya Punya Waktu Satu Jam oleh Tanti Kuben Koko
MORRIS melirik jam tangannya, masih terlalu pagi untuk sekadar mengirim pesan singkat: lagu yang asyik didengar pagi ini, semoga bikin kamu semangat. Sebuah link lagu menyusul ia kirim. Berulang-ulang lagu bernuansa jazz…
Cerpen : Bansos oleh Satmoko Budi Santoso
KARMIN lagi-lagi cemberut. Dirinya kembali merasa sebagai orang yang paling sial sekampung. Penyebabnya sederhana, tiap kali ada bagi-bagi jatah Bantuan Sosial atau Bansos, dirinya selalu kelewatan. Padahal, dirinya juga berkategori miskin. Buktinya,…
Cerpen : Jodoh Piutang oleh A Djoyo Mulyono
Kali ini, setelah tak terhitung istrinya berbuat semena-mena, Wasta telah memutuskan untuk bercerai. Ia tak peduli lagi mengenai mitos yang pernah didengar dari kakak iparnya, kalau istrinya memiliki jimat Perkutut Banjar Petung….
Cerpen : Bukan Malin Kundang oleh Rifat Khan
KAMPUNG Majidi geger. Di pagi buta, sebuah batu besar tiba-tiba berdiri kokoh di teras rumah Malin. Batu yang, jika diperhatikan dari jarak satu meter dengan mata melotot, sebenarnya bukan batu biasa, melainkan…
Cerpen : Mengapa Mereka Tak Kunjung Datang oleh Lia Laeli Muniroh
Kau sempat khawatir ketika pertama kali harus mengajar melalui medan yang tak kau inginkan. Kau sadar, saat itu jembatan yang terbuat dari kayu dapat mengancam nyawa kapan saja. Siapa saja yang tidak…
Cerpen : Jaran Kepang Thole oleh Darko Manguntoro
Jaranan-jaranan jarane jaran teji/Jaranan-jaranan jarane jaran teji/Sing numpak ndara bei/Sing ngiring para mantri/Cek cek nong… cek cek gung/Jarane mlebu ning lurung/Gedebug krincing… gedebug krincing/Prok prok gedebug jedher LIRIK lagu “Jaranan” itu…
Cerpen : Apa Yang Lebih Kuat dari Maut? oleh Mashdar Zainal
Rel-rel menatap dingin, seperti mata golok yang menatap leher para binatang yang gelisah di rumah jagal. Kita duduk di sisian rel ini sedari subuh. Kita menghitung, tak kurang dari lima kereta telah…
Cerpen : Giri Tohlangkir oleh Ni Wayan Wijayanti
”Gunung takkan pernah membunuh. Ia justru menghidupi.” Bapak kerap berucap demikian, setiap kali gemuruh itu muncul dan membuatku khawatir. Mataku masih awas mengamati gumpalan awan-awan hitam yang semakin lama semakin banyak berkumpul…