DALAM gelap malam, Kakek melangkah gagah. Menjauhi pergelaran wayang kulit. Menuju ladang jagung. Aku mengikuti langkahnya memasuki gubuk kecil. Menyalakan api pada ranting-ranting kering, membakar jagung. Bu Lik Kanti—anak bungsu Kakek yang…
Cerpen : Rumah Tepi Kali oleh Yin Ude
Untuk ketiga kalinya aku, Bambang, dan Rivan harus menyusuri kali kecil dangkal di tengah hutan itu. Kecil dangkal tapi menjadi habitat lintah. Maka tiap berada di dalamnya kami bertiga tak bisa tenang….
Cerpen : Bidadariku di Surga oleh Fileski Walidha Tanjung
“PAKET.” Suara kurir terdengar dari luar pintu, mengirim paket pesanan istrinya. “Bu, ada paket.” Pak Adi memanggil istrinya. “Taruh di atas mobil saja, Pak.” Jawab Bu Adi dari dalam kamarnya. Tukang paket pun…
Cerpen : Kematian adalah Kebahagiaan oleh Rere Indika Putri Ardana
GEDUNG berwarna putih pucat ditemani para bintang dan satu bulan yang bersinar pada malam. Terdiam membisu, menatap lurus ke depan di mana seseorang tengah berdiri meratapi yang sudah terjadi. Panggil saja ia,…
Cerpen : Monodramator, pada Suatu Hari oleh Agus Dermawan T.
Auditorium itu sudah dipenuhi pengunjung. Baldasar, seorang monodramator dadakan yang sekonyong-konyong populer, muncul di panggung. ”Sesungguhnya saya bukan ahli dalam bermonolog. Karena saya adalah seorang pelukis yang sekadar kepingin bicara. Lha, bagaimana, ya….
Cerpen : Tempoyak Pedas untuk Dewa Dapur oleh Sunlie Thomas Alexander
Kurang dua jam lewat sepuluh menit sebelum Dewa Dapur Co Lu Akung kembali ke Langit untuk melaporkan segala kejadian di dapur selama setahun kepada Kaisar Giok, Lim A Moy telah mengolesi bibir…
Cerpen : Upeti Putri oleh Yuditeha
Selalu ada masanya ketika semula dianggap orang biasa lantas muncul sebagai jagoannya. Seperti kisah ini, sudah selayaknya bila menjadi bagian Wanggi yang nyatanya waktu itu sepak terjangnya memang setaraf dengan kemampuan Raden…
Cerpen : Protes
KETERLALUAN. Kabar sudah tersiar ke seluruh penjuru negeri, tapi tak satu pun dari mereka kasih solusi? Keterlaluan. Namun, bila saya terus-menerus membatin seperti ini, saya bisa stres sendiri. Maka saya pergi ke…
Cerpen : Protes oleh F Ilham Satrio
KETERLALUAN. Kabar sudah tersiar ke seluruh penjuru negeri, tapi tak satu pun dari mereka kasih solusi? Keterlaluan. Namun, bila saya terus-menerus membatin seperti ini, saya bisa stres sendiri. Maka saya pergi ke…
Cerpen : Sejumlah Kehilangan oleh Bagus Dwi Hananto
BERIKUTNYA yang hilang adalah sesuatu semacam pasta warna hijau dan rasanya pedas. Kemarin dulu kita biasa membubuhkannya pada hidangan mentah hasil perairan Jepang dan sejenisnya. Wasabi, namanya waktu itu. Kalau menyangkut makanan,…