Kulihat dia semakin tak gairah bekerja. Tapi itu dia. Istrinya lain lagi, tambah semangat bekerja. Kuduga-duga, ada sesuatu agaknya. Namun sikap diamnya ini tak berani kutelisik lebih jauh. Nanti marah lagi dia….
Cerpen : Rabu yang Baik oleh I L Sembiring
Rabu lahir pada hari Rabu di kampung yang belum banyak tersentuh kemajuan zaman. Orang tua di tempat kelahiran Rabu biasanya menamai anak mereka sesuatu yang ada di sekitar si anak saat baru…
Cerpen : Mengganti Nama dengan Mesin Waktu oleh Surya Gemilang
Oleh SURYA GEMILANG — Bermasalah dengan orang kaya akan membuatmu gila –atau minimal kewarasanmu dipertanyakan. Di pangkalan ojek daring, kami mempertanyakan kewarasan salah satu rekan kami: Budi Jaya –yang dari dulu kami…
Cerpen : Pindah Rumah oleh Mashdar Zainal
Hari-hari padapekan pertama pindah ke rumah kontrakan barunya, Ali Ridho disibukkan oleh beraneka perkakas, baju-baju, serta buku-buku yang bertumpuk dan butuh dirapikan dalam rak. Istrinya sedang hamil tua dan tidak bisa membantu…
Cerpen : Bukan Lamafa Terakhir di Lamalera oleh Dewanto Amin Sadono
YOHANIS Wirin berdiri di hommololo. Kulit mukanya kecokelatan, mengilat ditimpa sinar matahari. Rambutnya kemerahan; berkibar-kibar diterpa angin Laut Sawu. Dadanya berdegup kencang. Tangan kanan bergetar. Tulang rahang mengeras. Meskipun begitu, terlihat kegelisahan…
Cerpen : Di Bawah Tiang Gantung oleh Jagad Wijaksono
Di bawah tiang gantung aku seperti menyaksikan orang-orang di hadapanku berdoa bersama, dari tangan-tangan mereka yang terangkat sedada dan terbuka membentuk mangkuk aku seakan melihat cahaya yang memancar. Aku menyipitkan mata karena…
Cerpen : Kado dari Guru Honor oleh Beatrix Polen Aran
”Zaman sekarang ternyata seorang dokter juga bisa menjadi guru, bukan hanya seorang guru,” ujar Pater Ola pada perayaan pancawindu sekolah yang terletak di ujung timur sebuah kabupaten. Emak-emak dan juga anak-anak meledakkan…
Cerpen : Perempuan yang Menggambar di Tanah oleh A Warits Rovi
DINDING tua rumah Hanok yang berbata merah ini seperti sia-sia menepis tusukan dingin. Malam sedemikian pekat seperti menggulirkan kelereng salju lewat jendela kecil yang tertutup senyap. Ini rumah hanok kesekian yang kuidamkan…
Cerpen : Panggung Terakhir oleh M. Rosyid H.W.
Oleh: M. ROSYID H.W. — Pada jalan tol kosong melompong, Tejo menginjak pedal Pajero-nya dalam-dalam selepas anaknya menelepon dengan seiris tangis. ”Mama, Pa! Mama, Pa!” Tejo langsung mematikan telepon. IA sudah menebak…
Cerpen : Raja dan Batu Langit oleh Bre Redana
Meteor jatuh di lembah Sungai Naga. Petani setempat menatahkan pada batu yang jatuh dari langit itu tulisan: Raja Akan Mati. Sambar geledek. Raja kaget melompat dari takhta mendengar laporan pembantunya. Puluhan tahun…