PUKUL empat pagi, masih terlalu gelap untuk memulai aktivitas bagi sebagian orang. Namun, tidak demikian halnya dengan Usman dan istrinya, Imah. Sedari bangun, Imah mulai bekerja menyiapkan bahan-bahan untuk membuat mi ayam…
Cerpen : Harapan Baru dari Balik Buku oleh Deta Roosmaladewi
PUKUL empat pagi, masih terlalu gelap untuk memulai aktivitas bagi sebagian orang. Namun, tidak demikian halnya dengan Usman dan istrinya, Imah. Sedari bangun, Imah mulai bekerja menyiapkan bahan-bahan untuk membuat mi ayam…
Cerpen : Menunggu Malam Giliran oleh Moh Tsabit Husain
Seperti yang diceritakan Hilda kepadaku setelah dia pergi selama 20 tahun dari tanah kelahirannya. MALAM itu adalah makan malam terakhir kami. Biasanya, Ayah selalu membacakan Injil di ruang tamu sembari duduk di…
Cerpen : Ibuku, Perempuan dari Pulau Rote oleh Fanny J. Poyk
Teman-temannya selalu memanggil dia dengan nama Perempuan dari Pulau Rote. Dia memang tak mau menutupi asal-usulnya. Baginya Rote tak sekadar pulau yang membuat dia ada. Tapi, pulau itu telah menggiringnya hingga dia…
Cerpen : Sandi Kawon oleh I Wayan Kertayasa
Sekiranya matahari sebentar lagi akan terbenam. Kabut yang berasal dari Kintamani katanya akan tiba kira-kira setengah jam lagi. Namun Made Nusa dan teman-temannya masih tetap asik bermain di sekitar pohon singapur. Ada…
Cerpen : Baliho Caleg Tersambar Petir oleh Fileski Walidha Tanjung
PERTAMA aku mengenalnya, ketika aku ditempatkan di kantor ini. Sebuah kantor DPRD yang berjarak 15 menit dari rumah. Beruntung aku ditempatkan untuk bekerja di sini, suasana yang nyaman karena cocok untuk kebiasaanku…
Cerpen : Pendulum oleh Aveus Har
Yang aku miliki dari warisan ayah adalah sebuah toko kelontong sekaligus rumah tempat tinggal dengan dua lantai di pinggir jalan raya dekat pasar. Bukan hanya itu, aku juga memiliki beberapa karyawan yang…
Cerpen : Pengumuman Mujabat oleh Artie Ahmad
Suara Mujabat terdengar, semua kegiatan mendadak berhenti. Seperti waktu-waktu lalu setiap kali suara Mujabat terdengar dari corong masjid, itu pertanda ada berita kematian. Entah bagaimana awalnya, hanya Mujabat yang dipercaya membawa kabar…
Cerpen : Wanita Tua Penjual Sirih di Tengah Kota oleh Yin Ude
”Wanita tua menjual sirih di tengah kota?” Pertanyaan itu mencuat lagi di kepalaku, meragukan pikiranku sendiri yang sebelumnya sudah mantap. ”Memangnya aneh?” Akhirnya aku sendiri pula yang menyanggah. ”Ndak aneh! Itulah semangat seseorang…
Cerpen : Ada Tuhan di Bioskop oleh Ilham Wahyudi
Aku buru-buru ke gedung bioskop. Pukul 19.30 teng film akan diputar. Sejujurnya aku tidak tahu mau menonton film apa. Yang aku tahu, hari ini ada pemutaran perdana sebuah film yang kata muncung…