Cakrawala baru saja dibelah senja, mengubahnya dari oranye bata menjadi nuansa violet menuju biru gelap. Sisa-sisa cahaya di perbatasan kaki langit menghasilkan bayangan hitam dari pepohonan di tanah. Deretan bangsal di sepanjang…
Cerpen : Mereka Memaksa Kami Pindah ke Bulan
SEJAK Alexis mengumumkan adanya kejanggalan dalam kabin lift luar angkasa yang mengangkut kami menuju Bulan, aku teringat tubuh Mamak yang tinggal tulang belulang di padukuhan. Sebenarnya, ini bukan kali pertama aku teringat…
Cerpen : Menari di Bawah Purnama oleh Fileski Walidha Tanjung
SENYUMAN dan lambaian tangan kala senja mengepakkan sayap jingga. Angin darat mendorong perahu itu semakin ke tengah. Ia ingin menangis, namun ia tersadar ada tangan seorang gadis kecil yang menggenggam tangannya. Tangan…
Cerpen : Mereka Memaksa Kami Pindah ke Bulan oleh Nurillah Achmad
SEJAK Alexis mengumumkan adanya kejanggalan dalam kabin lift luar angkasa yang mengangkut kami menuju Bulan, aku teringat tubuh Mamak yang tinggal tulang belulang di padukuhan. Sebenarnya, ini bukan kali pertama aku teringat…
Cerpen : Dabbah oleh Kiki Sulistyo
I IA sudah berdiri di pulau karang itu. Seperti tiga hari sebelumnya. Tiap kali ombak hampir mencapai kakinya, ia mundur setindak. Laut memang tak begitu ganas, karenanya ia berani menyeberang. Pilihan orangtuanya…
Cerpen : Lidusi di Langit Sore oleh Tegsa Teguh Satriyo
RAMSI bersungut-sungut saat mendengar anak laki kesayangannya menjalin kasih dengan seorang gadis. Lebih tepatnya gadis yang bukan sesuai pilihan Ramsi. Tidak selevel katanya. Namun, Ramsi tak lantas menegur atau sekadar tanya pada…
Cerpen : Mengurai Malam Menjadi Catatan oleh Tanti Kuben Koko
Puisi pertama yang berhasil aku buat dengan bantuanmu: semangat dan hangat. Bukan. Bukan karena ingin terkenal atau mendapatkan upah. MASIH sejak tahun itu, 2004, aku tetap ingin menjadi penulis karena kau. Ya,…
Cerpen : Ricardo Melukis Natal oleh Dody Widianto
Sunyi di kepalanya sering ia tuang ke dalam beragam warna di iPad dengan pensil khusus yang selalu ia bawa dalam tas kecilnya. Warna-warna tanpa suara itu selalu bercipratan tak beraturan di rongga…
Cerpen : Perempuan yang Datang ketika Hujan oleh Fileski Walidha Tanjung
AKU menatap jendela. Hujan mulai terdengar ketika butir-butirnya membentur genting. Seperti biasa, sebelum hujan datang selalu dedaunan kering itu bertamu di kamarku. Seolah dedaunan itu seperti perantau yang hendak berteduh dari basah….
Cerpen : Hamil Berpuluh Tahun oleh Dadang Ari Murtono
sumber : kompas.id, 10 Jan 2024.