Oleh SILVESTER PETARA HURIT — Orang boleh membunuh raga mencabut nyawa, namun tak kuasa membinasakan koda. Koda menghadirkan dirinya kepada siapa ia berkenan. Orang-orang biasanya menantikan kehadirannya dalam setiap generasi. Kali ini…
Cerpen : Sepuluh Kejadian oleh Ranang Aji SP
1 Setelah gagal menjadi anggota dewan dalam pemilu bersama Partai Murba di tahun 1971, ayahku dijemput militer di tempatnya mengajar di sebuah sekolah menengah pertama. Murid-muridnya berjajar di depan kelas mengantarnya dengan…
Cerpen : Hidup dari Pohon Sawo oleh Fileski Walidha Tanjung
TERDENGAR suara seseorang sedang menimbang buah sawo dan memasukkan kedalam wadah. Aku mengintip dari sela-sela lubang kecil bambu gedek, sekat ruang yang terbuat dari anyaman bambu. Begitulah rumahku, tidak ada tembok, setiap…
Cerpen : Malu Bertanya, Sesat di Rumah Janda oleh Dody Widianto
DUA belas hari berlalu dan keberadaan Pon belum jelas rimbanya. Segala upaya pencarian telah dilakukan, tetapi belum membuahkan hasil. Sudah kubuat laporan orang hilang ke kantor polisi terdekat walau seolah lamban penanganannya….
Cerpen : Malaikat dari Lembah Yordania oleh Ahmad Ijazi Hasbullah
DARI lantai atap The Sephardic House Hotel, pusat Kota Tua, Letnan Asher Theophilus duduk bersandar di sebuah reclining chair, sambil menatap layar ponsel Android-nya dengan sorot mata yang menyala. Foto seorang ibu…
Cerpen : Karena Rahim Istriku Dibilang Kosong oleh Jimat Kalimasadha
JIKA hubungan ini memungkinkan untuk berlanjut, aku hanya memiliki separohnya saja untuk mendapatkan kebahagiaan dan separohnya adalah penderitaan yang harus aku bayarkan pada harga kesalahan masa laluku. Itu kata Paman Nengah, yang…
Cerpen : Hantu dalam Foto Alexey Titanrenko oleh Jagad Wijaksono
Apa yang lebih menyebalkan dari terombang-ambing di antara dunia fana dan dunia yang abadi. Antara hidup dan mati? Aku tak pernah mencium wangi surga bahkan bau asap neraka. Semua karena ada yang…
Cerpen : Kota Penyambung Asa oleh Ni Komang Nitiari Utami
Suara gamelan, kidung yang mengalun, asap dupa yang harum, udara yang kuhirup selalu terasa sejuk telah merasuk ke dalam jiwaku. Aku tak mengenal yang lainnya, rangkaian upacara yang silih berganti mengikutsertakan langkahku,…
Cerpen : Anak Sekolah Dasar yang Mati Tak Berdasar oleh Fileski Walidha Tanjung
SUARA kokok ayam membangunkan, ketika sang penguasa hari masih enggan menampakkan wajahnya yang berseri-seri, pijarnya masih bersembunyi di balik ekor sang malam. Di ufuk timur terlihat sang Kejora menari-nari menemani paginya yang…
Cerpen : Tiga dan Satu Lagi Tamparan untuk Andi oleh Hasan Aspahani
Permintaan Dila pagi itu seakan menampar kesadaran Andi. Anak perempuannya itu mengajak Andi menengok kuburan ibunya. Ia seperti disadarkan, sejak istrinya dimakamkan lima tahun lalu, meninggal karena melahirkan Dila, ia tak pernah…