mi-ré-do-sol … sol-mi-ré-do! Itulah nada yang selalu terdengar di stasiun. Kereta listrik datang. Kereta listrik pergi. Waktu melebur nasib dan menebarkannya ke mana-mana. Nasib baik, nasib buruk, siapa bisa menghindarinya? Ada yang…
Cerpen : Serbuk Ragi
MESIN silindris itu langsung mendesing lembut dan mengedip-ngedipkan warna merah begitu kudekatkan gelang logam elektronikku ke pemindai. Palang pintu menuju supermarket tetap tertutup rapat. Petugas pintu melirikku sekilas, tetapi bisa kulihat sorot…
Cerpen : Serbuk Ragi oleh Sasti Gotama
MESIN silindris itu langsung mendesing lembut dan mengedip-ngedipkan warna merah begitu kudekatkan gelang logam elektronikku ke pemindai. Palang pintu menuju supermarket tetap tertutup rapat. Petugas pintu melirikku sekilas, tetapi bisa kulihat sorot…
Cerpen : Bukit Belalang oleh Yin Ude
SETIAP musim kemarau, selalu ada pemuda yang ditemukan terkapar tak bernyawa di atas rerumputan. Darah tak henti meleleh dari lehernya karena kepalanya terpisah dan tak ada di tempat. Pemuda-pemuda itu adalah korban…
Cerpen : Biarkan Saya Tetap Tinggal di Rumah oleh I Made Sugianto
Semua diam setelah Ayah menyampaikan maksudnya mengundang para saudara kandung dan saudara satu garis keturunan. Ayah minta pendapat kepada semua yang hadir mengenai rencana perkawinan saya. Ini masalah pelik. Hal yang tidak…
Cerpen : La Vie en Rose oleh Vinny Soemantri
SOROT mata mereka meredup bagai pendar lilin yang hampir padam. Awalnya kami ragu memainkan alat musik kendang pada situasi seperti ini. Beberapa di antara mereka tertidur di kursi tanpa menghiraukan keberadaan kami….
Cerpen : Anak Pak Lurah oleh Herumawan P A
Ilustrasi Aku ini anak seorang lurah yang dihormati di Kalurahan Kenari. Pembangunan desa-desa seantero kalurahan¹ yang digagas Ayahku sejauh ini berjalan terencana dan baik. Banyak warga mengelu-elukan Ayahku, menganggapnya bapak pembangunan insfrastruktur…
Cerpen : Sesungguhnya Dia Tak Ingin Menjadi Ibu oleh Fanny J. Poyk
Sebenarnya, jika dia mengilas balik kisah masa lalunya, dia tidak ingin menjadi ibu. Satu alasan dari keinginannya itu adalah baginya akan banyak derita yang diperolehnya kelak. Dia merasa derita ibunya akan menurun…
Cerpen : Semar oleh Putu Wijaya
Seluruh moncong senjata sudah membidik ke arah musuh. Tinggal muntah, menunggu sedikit gerakan kecil, sehalus langkah semut pun, aba-aba tembak tak perlu dinanti lagi. Pelatuk senapan dan knop rudal sudah otomatis akan…
Cerpen : Yeremia oleh Abul Muamar
AWAL mula petaka terkutuk itu datang suatu siang tatkala Pendeta Yeremia baru saja hendak masuk ke rumah setelah menyemai benih padi tegalan di kebunnya. Ia menghentikan langkah dan menoleh ke belakang karena…