Orang tua tidak semestinya mengantar anak-anaknya dikubur. Sebagaimana hukum usia, yang tua akan melemah lalu mati berkalang tanah, sementara yang muda tumbuh semakin kuat dan berjaya. Akan tetapi, kehidupan terkadang menipu. Dia…
Cerpen : Doa yang Lalu Lalang oleh Beatrix Polen Aran
Petrus benar-benar mati, setelah mengalami beberapa kali kematian yang belum sempurna. Sedianya, setelah matahari rebah ke barat, Petrus mengira situasi yang dialami sebelumnya terulang. Ia mondar-mandir dengan segenap hati yang kusut. Pada…
Cerpen : Hiroshi oleh Aliurridha
”Aku pernah bercinta dengan orang China, Jepang, Korea –dan semua itu kulakukan dalam satu waktu. Jika suamiku mengetahuinya, dia mungkin akan membunuh semua orang China, Jepang, dan Korea yang dia temui di…
Cerpen : Baliho oleh Gde Aryhanta Soethama
Tak pernah lelaki itu semuak kini. Sering kali ia mual jika menatap gambar selebar dua kali tiga meter itu. Ia mencoba bersikap biasa-biasa saja, tapi tetap tak kuasa mengelak dari baliho-baliho yang…
Cerpen : Korban Karbon oleh WS Djambak
BABON mulai menggila dan berteriak-teriak serupa siamang di rimba. Suaranya mengguntur membahana meski desir angin dan debur ombak begitu dominan. Tak berlebihan memang pria yang bernama asli Ismail itu digelari babon, monyet…
Cerpen : Usman, Hotman, dan Jengkol oleh Harsa Permata
NAMANYA Hotman, lengkapnya Hotman Julianto, karena dia lahir bulan Juli, sepertinya. Dia adalah salah seorang teman akrab Usman. Hubungan pertemanan mereka tidak selalu mulus, terkadang berbeda pendapat, mereka saling menjauh, dan tak…
Cerpen : Korban Karbon
BABON mulai menggila dan berteriak-teriak serupa siamang di rimba. Suaranya mengguntur membahana meski desir angin dan debur ombak begitu dominan. Tak berlebihan memang pria yang bernama asli Ismail itu digelari babon, monyet…
Cerpen : Pohon Permintaan oleh Sudi Setiawan
Manusia itu aneh. Aneh sekali. Bagaimana mereka yang diberi akal berharap pada sebuah pohon? Apalagi yang diharapkan adalah sebuah kehidupan duniawi. Sekali lagi kukatakan, manusia itu aneh. Aku yang sudah hidup ratusan,…
Cerpen : Dialog Literal di Alla Caffe oleh Yuan Jonta
Seorang pemuda, sebut saja X, menggulir layar telepon pintarnya terus-menerus. Dari gelagatnya, aku tahu ia sedang menunggu seseorang; di luar gerimis tipis-tipis, tampaknya orang yang ditunggu kelewat telat dari jam janjian. Aku…
Cerpen : Raksasa dan Sebatang Pohon dalam Kepalaku oleh Firman Fadilah
DI dalam kepalaku tumbuh sebatang pohon. Pohon itu ditanam oleh raksasa yang lahir dari kebencian. Ia suka makan amarah dari hatiku. Semakin aku marah, tubuhnya semakin besar. Ia suka berteriak ketika aku…