SEBUAH kalimat menenangkan pernah dilontarkan Pram pada suatu malam selepas kami bercinta, katanya, mereka—pasangan pada umumnya, bercinta untuk menunggu bayi-bayinya lahir lalu tumbuh, lalu mati. Selesai. Sementara, tujuan kami bercinta untuk menciptakan…
Cerpen : Tut, Tut, Tut, Waktunya Maut Menjemput oleh Jagad Wijaksono
Kuendus firasat buruk. Entah bagaimana aku selalu dapat merasakan suram dari firasatku yang tajam tentang orang-orang sengsara bernasib muram. Aku seakan memikul kutukan akan kematian, entah sejak kapan, aku seperti dapat merasakan…
Cerpen : Tuan Bengis oleh Nuzul Ilmiawan
Ada seorang tuan tanah di Kampung Peletuk. Badannya kurus, tampilannya sederhana, keseringan memakai kemeja kotak-kotak yang kain lengannya disingsingkan sampai siku. Mukanya sangat pribumi, kulitnya coklat, matanya sedikit sipit dan ada kerut-kerutan…
Cerpen : Tjoeng Lan Fang, Sebuah Cerita yang Belum Selesai oleh Hermawan Aksan
Bangun tidur pagi, aku menerima pesan Whatsapp yang aneh dari nomor yang tak tercatat: Datanglah ke sebuah rumah di Jalan Mawar. Masuklah dari Jalan Garuda, belok kiri, rumah ketiga. Rumah panggung kayu warna…
Cerpen : Gila Status oleh Sahari Nor Wakhid
KALAU saja aku tak memedulikan status, mungkin hidupku akan lebih tenang. Keluargaku akan hidup berkecukupan. Tak banyak mengikuti tren. Tak haus pujian, sanjungan, atau keinginan selalu bisa dielu-elukan. Sayangnya, status itu menjadi…
Cerpen : Dikunjungi Bupati oleh Yin Ude
SARKAWI adalah bupati istimewa, yang berbeda dari bupati-bupati Sumbawa Timur sebelumnya. Itulah pandanganku, yang tak pernah berubah dan tak bisa diubah oleh siapa pun. Alasanku banyak, tapi yang utama adalah Sarkawi suka…
Cerpen : Presiden Dapur oleh Iin Farliani
SATU-satunya yang begitu menarik perhatianku ketika berhasil meloloskan diri dari kerumunan untuk masuk ke rumah Runn ialah tiga sstoples kaca berisi kimci yang terletak dalam kulkas yang pintunya telah terbuka. Bukan berarti…
Cerpen : Yamila Bertamu oleh AM Lilik Agung
MUSIM semi di bulan Mei 2011. Sabtu malam, aku sedang memelototi televisi, menonton pertandingan sepak bola tim sekota, Manchester United dan City. Sedang seru-serunya pertandingan sepak bola, pintu flat diketuk orang. Aku…
Cerpen : Slepet Sarung Pak Rohman oleh Fileski Walidha Tanjung
“TANDA-TANDA seseorang yang meninggal dengan husnul khotimah. Ketika seseorang meninggal dengan senyum di wajahnya, itu salah satu tanda, dia meninggalkan dunia dengan hati yang tenang dan bahagia. Kedua, jika jenazah seseorang tetap…
Cerpen : Seruput Darah oleh Kartika Catur Pelita
Seruput darah meleleh itu, agar arwahnya tenang…. Kau masih mencoba bertahan, tak terbakar nafsu. Perampok itu ingin menikmati kemudaanmu. Biadab! Umpatan apa lagi yang tepat untuk seorang lelaki tinggi besar, berewokan, hitam,…