Hanya dalam hitungan hari, tanpa sebelumnya aku mengerti dan tanpa rencana pribadi, aku dibawa oleh orang-orang yang berbeda melewati sejumlah area yang sangat jarang kususuri, namun akhirnya malah membuka kembali album kenanganku…
Cerpen : Cerita-cerita Manusia Tanjung Pauh oleh Beri Hanna
PULANG dari diskusi asal-usul orang Tanjung Pauh, Kerinci, yang berlangsung di rumah panggung Tuan Suluh (Tuan sama dengan paman), saya langsung pusing dan masuk angin. Bukan karena cuaca dingin yang selalu mendominasi…
Cerpen : Tarik Tunai oleh Kedung Darma Romansha
Ia menggoyang-goyangkan badan motor bebeknya, memiringkannya, lalu mendekatkan telinganya ke tangki, memastikan bensinnya masih cukup untuk berangkat ke mesin ATM pecahan dua puluh ribu di pusat kota. Indikator bensinnya sudah rusak sejak…
Cerpen : Nazar oleh Mashdar Zainal
BULAN ini, aku dan istriku masing-masing punya nazar. Nazar istriku: kalau bulan ini hasil akreditasi untuk kampusnya bisa dapat nilai A dan ia bisa berlibur ke Lombok dengan kawan-kawan pengajar di fakultasnya,…
Cerpen : Reinkarnasi Babi oleh Faruqi Umar
Hujan belum reda seutuhnya ketika lelaki tambun berkumis tipis itu datang mengetuk pintu rumahku. Aku segera menemuinya ke depan, menyalaminya, lalu mempersilakannya duduk. Tatapan matanya terasa dingin, lebih dingin dari genggaman tangannya….
Cerpen : Bleki oleh A. A Hafidz
Kira-kira bulan Januari si Bleki hilang. Mungkin seperti masalah kucing lain. Si Bleki yang baru berumur setahun itu sudah baligh. Sudah saatnya musim kawin. Cara mengeongnya mengeluarkan suara lebih keras dan berat….
Cerpen : Di Bawah Payung Hitam Kita Berlindung oleh Dody Widianto
HUJAN turun lagi. Di bawah payung hitam kita berlindung. Berusaha berteduh dari kenangan lalu yang membuatmu menangis. Dari diorama samping kanan terminal yang pernah membuat hatimu sedikit teriris. Dalam jarak sepuluh langkah…
Cerpen : Keburu Emak Mati oleh Azka Riyadin Barka
EMAK terbaring di dipan berkasur busa yang diletakkan di ruang tamu. Dipan ditempatkan di ruang tamu supaya anak-anak, cucu-cucu, keluarga, kerabat, dan tetangga leluasa menjenguk emak. Terlihat orang-orang bersama-sama atau bergantian menengok…
Cerpen : Laki-laki Sangsara oleh Iman Suwongso
IBU selalu menuntunku ke bawah pohon nangka ketika mataku mulai merah menyala, dan genggamanku menghunus pisau dapur. Pada mataku hanya tergambar wajahnya. Ibu selonjor di atas tikar pandan, tubuhku dibaringkan di sisinya,…
Cerpen : Seekor Monyet yang Jatuh Cinta pada Penari Merah oleh Rinanda Tesniana
SEEKOR Monyet berbulu kelabu, berdasi merah, dan berjas abu-abu jatuh cinta untuk pertama kalinya pada sebuah kotak yang di dalamnya berisi kayu. Si Monyet terpesona dengan bentuk kayu berujung bulat kecokelatan yang…