AKU mulai terbiasa dengan tempat ini, setidaknya ketika penghuni yang lebih lama dariku seperti tikus, kecoa, jangkrik, dan sesekali kunang-kunang datang untuk mengobrol denganku. Mulanya duduk di sini bersama onggokan barang bekas…
Cerpen : Keburu Emak Mati
EMAK terbaring di dipan berkasur busa yang diletakkan di ruang tamu. Dipan ditempatkan di ruang tamu supaya anak-anak, cucu-cucu, keluarga, kerabat, dan tetangga leluasa menjenguk emak. Terlihat orang-orang bersama-sama atau bergantian menengok…
Cerpen : Cipung oleh Kiki Sulistyo
Karena tak mampu membeli solar, para nelayan libur melaut. Dua orang di antaranya duduk di sebuah perahu menatap lautan tanpa sedikit pun pikiran bahwa seseorang akan datang menawarkan jalan keluar. SEMALAM hujan…
Cerpen : Menabur Cinta Ibu di Atas Tulang Bapak oleh Maulidia
Aku telah mengeluarkan abu pembakaran Ibuku dari dalam kendi yang baru ia tinggali semalam. Kupindahkan ke dalam sebuah botol plastik dan kumasukkan ke dalam tas ranselku. Kendi itu lalu kuisi dengan tanah…
Cerpen : Dia Ingin Segera Menghambur ke Pelukan Ibu oleh Iin Farliani
LEA bertanya-tanya mengapa dahulu saat dia masih kecil, ibunya tidak pernah membuat kue Lebaran. Mengapa ibunya tidak belajar memasak kue-kue lezat yang kini terhidang di ruang tamu Lea? Dahulu dia, ibu, dan…
Cerpen : Namaku Demensia oleh Fanny J. Poyk
Wajah mudanya sudah lama terpulas waktu. Ia memandang cermin, mencoba mengulik perjalanan dari raut kesegaran dan elastisitas kulit yang pernah menutupi tulang tengkorak wajahnya. Ada kenangan yang dulu pernah ia miliki kembali…
Cerpen : Siasat Ki Juru Martani oleh Ade Mulyono
Malam mengundang sepi, merambat naik dan makin tua usianya. Ki Juru Martani belum beranjak dari tempat duduknya setelah berjam-jam lamanya bersemadi. Sambil mendongak ditatapnya gemintang yang kelap-kelip diminyaki bulan purnama. Berharap Penguasa…
Cerpen : Cerita yang Belum Selesai…. oleh Ach Rofiq
HEI, kau kenapa? Mengapa kau terperangap seperti itu? Hei, kenapa kau menatapku jijik? Hei, tunggu! Kau mau pergi ke mana? Cerita ini belum selesai kuceritakan! *** Aku sempat berpikir bahwa kronologi…
Cerpen : Elliza Mengaku Kawin dengan Telepon Selulernya oleh Zaenal Radar T
“Sah…?” “SAAAAH!!!” Pertanyaan Pak Penghulu itu dijawab dengan sigap dan serempak oleh para saksi. Lalu saksi dan hadirin mengucap syukur. Setelah itu penghulu kampung membaca doa. Semua yang hadir mendengarkan dengan khusuk…
Cerpen : Cong Li di Bulan Mei oleh Ranang Aji SP
Cong Li memutuskan berjalan keluar dari tokonya ketika dia mendengar kegaduhan di malam bulan Mei. Malam itu menguar aroma bakaran sampah, semacam aroma tahi kebo, dan udara yang muram. SEBELUMNYA, dia selalu…