Di lokasi kejadian, tergeletak di lantai sisa tali sepanjang satu meter yang digunakan W untuk menggantung dirinya beberapa waktu lalu. W mengembuskan napas terakhirnya, tepat seminggu sebelum tunggakan utang di sebuah bank…
Cerpen : Matinya Seorang Badut oleh Mufa Rizal
BEBERAPA jam sebelum insiden penembakan, Sofian menenteng nasi bungkus untuk makan malam. Dia melewati jalanan kampung yang sempit dan sumpek. Bocah-bocah kecil meneriakinya. “Dasar anak iblis. Aku akan membunuh bapakmu!” Ia ingin…
Cerpen : Surga Pertama oleh Zahro Syaquilla AR
SABAN hari, Bu Marta sesekali menengok keluar jendela. Bu Marta merasa agak tenang ketika bisa melihat luar rumah melalui jendela ruang tamu rumahnya. Hal itu telah ia lakukan dalam kurun waktu seribu…
Cerpen : Kardus Kosong oleh Ricardo Marbun
Tary berdiri menempel pintu, sedang Jojo beberapa langkah di depan. Jojo berdiri hampir mencapai tanah halaman rumah. Jojo semringah menyaksikan Dody sahabatnya akhirnya mudik ke rumah neneknya di Semarang. Mereka berangkat dengan…
Cerpen : Pohon-pohon Jalan Protokol oleh Kiki Sulistyo
Pemerintah kota mengeluarkan aturan: pohon-pohon di sepanjang jalan protokol harus ditebang. Pertama, karena musim hujan sudah datang. Kedua, karena pohon-pohon itu sudah berusia tua; rapuh dan mudah tumbang. Musim hujan dalam beberapa…
Cerpen : 9 Tahun Menunggu… Setelah 69 Tahun Menunggu Godot oleh Jimmy Anggara
Agus Tromol adalah lulusan sekolah teater dan bercita-cita ingin menjadi aktor terkenal Indonesia. Namun, dalam 10 tahun kariernya sebagai aktor, Agus Tromol selalu berperan sebagai pemain figuran. Dia pernah bermain dalam film…
Cerpen : Morgana oleh Dinar Rahayu
TURUN dari helikopter semua merunduk, kecuali robot pelayanku yang kunamai Sevaka. Ia turun tegap tak perlu mengkhawatirkan pusaran angin akan membuat rambutnya kocar-kacir. Ia tak punya rambut. Ia membawa barang bawaanku, termasuk…
Cerpen : Palasik oleh W.S. Djambak
Lelaki itu gelisah menyusur bencah yang basah. Sedari tadi dia merasa ada yang mengintai dari balik semak. DIA mendelik dan melihat dua buah cahaya berpendar merah sebalik semak ilalang. Hanya ada dua…
Cerpen : Malam di Kepala Tokoh Aku oleh Khanafi
MALAM menyusup seperti jubah malaikat maut. Kubiarkan ia berkibar ke dinding kamarku yang tak berpenerang. Aku sudah tahu sesuatu akan datang meski aku tak usah melihat keluar melalui jendela kamar terbuka itu….
Cerpen : Menjadi Burung Pingai dalam Lima Babak oleh Eka Arief Setyawan
”Bagaimana keputusan kalian semua? Apakah kita langsung menghukum manusia yang menyebabkan banyak kerusakan di kota ini? Jika saya menjadi kalian, tentu tak akan kupikir-pikir panjang untuk memberi balasan setimpal padanya,” pekik salah…