SAAT aku kanak-kanak, Bapak mengajakku jalan-jalan dengan sepeda jengkinya, pada Minggu pagi, ketika hujan tiga hari telah reda dan udara membawa aroma tanah dan daun-daun basah. Aku membonceng di belakang. Kami melewati…
Cerpen : Gunung Batu oleh Ramayda Akmal
”Apa pun yang terjadi, saya tidak akan mati. Jika saya mangkir, kalian harus memaksa. Jika saya lari, tarik saya kembali. Jika saya ketakutan, tertawalah. Jika saya cemas, yakinkan saya, itu cuma ilusi…
Cerpen : Truk Bapak oleh Adi Zamzam
Entah sudah berapa kali warna bak belakang truk itu berubah warna sesuai kalimat yang terpampang padanya. Kata-kata lucu itu tak lahir dari keisengan belaka. Selalu ada kejadian besar—menghebohkan, atau minimal unik, yang…
Cerpen : Di Lantai Bawah Ia Menjadi Hantu oleh Jeli Manalu
SEBENTAR lagi kesibukan di lantai bawah akan berlangsung. Ada pembeli yang selalu minta cepat dilayani. Beberapa lainnya suka mengacak-acak jajanan, bertanya apa ini laris, apa itu gampang masuk angin, lalu bolehkah dikembalikan…
Cerpen : Kuda Panandang Kajar oleh Ketut Sugiartha
Dalem Tarukan resah mendengar berita tentang situasi keraton. Semakin banyak saja patih yang kecewa karena sulit menghadap guna melaporkan dan memusyawarahkan hal-hal yang berkaitan dengan tugas-tugas mereka. Mereka jadi menyia-nyiakan banyak waktu…
Cerpen : Mama Eta oleh Silvester Petara Hurit
Mengapa kesulitan terus datang sedang hidup sudah susah? Mama Eta menyalakan lilin, berlutut di depan foto Tuan Ma dengan Rosario kayu cendana di tangan. Ia berdoa dengan lutut gemetar dan air mata yang terus…
Cerpen : Takeran oleh Risen Dhawuh Abdullah
KAMU mengerti bahwa saat ini suasana dalam keadaan genting. Waktu telah menciptakan jurang-jurang kematian, di mana sewaktu-waktu orang bisa terjerumus ke dalamnya. Suara tangisan semakin sering terdengar, bersahut-sahutan. Genangan air mata ada…
Cerpen : Tak Dinyana oleh Hotma Di Hita L Tobing
Dengan semangat pemuda itu pamit kepada ibunya. Siap-siap mau pergi ke Kopeda menemui Juwita pujaan hatinya. Kemudian Hendra sudah ada di dalam bis mini Sampagul, meninggalkan Kopela menuju Medan. Kotanya berjarak 119…
Cerpen : Enam Tahun Setelah Taman Kota oleh Baron Yudo Negoro
YANG membuat lelaki itu recok adalah saat Pak Sopir mengatakan kafe yang mereka lewati bernama T-Buko, singkatan dari Taman Buku dan Kopi. “Aku turun di kafe!” katanya. Penumpang lain—para tamu hotel—menoleh kepadanya…
Cerpen : Gema Takbir Bukit Tigapuluh oleh Raudal Tanjung Banua
Langit pengujung Ramadan terlihat bersih. Awan tipis menyisih persis di pucuk meranti. Daun-daunnya mengembang serupa atap. Sesekali olang mengepak di dahan paling tinggi. Di sana rajawali yang disucikan kaummu itu membangun singgasana….