Kadiri, 1895 Ditembak karabijn di dada, dicambuk sampai mampus, ditebas kelewang tajam: Roemina telah membayangkan ribuan cara kematian, tetapi tak pernah terpikir olehnya dia akan berakhir sebagai selilit di sela-sela taring sima….
Cerpen : Kota Kami oleh Ilham Wahyudi
SEMUA warga di kota kami memiliki penghasilan yang besar. Tidak seorang pun tampak menganggur, atau tidur malas-malasan. Kecuali anak-anak kecil dan orang jompo. Pegawai negeri, pegawai swasta, pengusaha (pedagang), buruh, sopir angkutan…
Cerpen : Pagebluk oleh Mashdar Zainal
Ibu menerakan hujan pada Jumat petang itu sebagai sebuah firasat. Setelah hampir sebulan hujan tidak turun, sore itu alam seperti menumpahkan dendam. Jumat yang hening. Seakan tidak ada pergerakan apapun di muka…
Cerpen : Surat di Tangan Pater Bartolomeus oleh Yuan Jonta
ANDA mungkin sulit mempercayai ini, saya pun demikian. Sebuah pesawat kertas terbang dari langit, saya sejujurnya tidak dapat mengklaim sepihak, tetapi orang lain pun melihat sendiri keajaiban ini. Pertama, pesawat kertas itu…
Cerpen : Toko Kelontong Koh San oleh Gabriella Kusuma
Toko itu adalah satu-satunya toko kelontong yang dimiliki oleh keluarga Tionghoa di antara deretan toko keluarga etnis lain. Orang-orang memanggil paman pemilik toko sebagai Koh San, tak peduli apakah mereka seumur anak…
Cerpen : Persatuan Duda Indonesia oleh Dody Widianto
SATU gambar di atas kertas membuat bibir Hans sedikit monyong. Memiringkan kepalanya ke kiri membentuk sudut delapan puluh derajat. Ia masih belum cocok dengan gambar yang diajukan salah satu peserta. Ia meletakkan…
Cerpen : Turun Tanah oleh Moh. Tsabit Husain
Kau diarak ke rumah Pak Kalebun dengan wajah lebam. Warga mencacimu dengan sumpah searapah. Beberapa saat kemudian, ibu dan paman datang. Melihatmu dengan kondisi tak berdaya di hadapan massa, kau seperti mengurap tahi ke…
Cerpen : Jama’ Taksir oleh Muna Masyari
”Beliau menginginkan anak lelaki sebagai penerus.” ”Memangnya kenapa kalau perempuan?” kejarku. Kau terdiam sejenak. ”Karena perempuan selalu menjadi isim maf’ul, bukan isim fa’il.” Jawabanmu serasa menyuapiku dengan ”tahu-tempe”, istilah lain dari nahwu-sharaf…
Cerpen : Hector oleh Bagus Dwi Hananto
SEPERTI anjing peliharaan Natsume Soseki, ia dinamai Hector. Kenapa begitu? Sebab, pemilik sebelumnya menggandrungi karya-karya Soseki, dan sang pengarang mengagumi Hector si pahlawan Troya. Pemiliknya dulu pamanku yang tinggal di kota wisata…
Cerpen : Biografi Luka oleh Yuditeha
Saki pulang nyekar. Seharian dia habiskan waktu di makam Jejawu. Dia banyak merenung perihal sahabatnya itu, yang semasa hidup memang sering bersamanya. Bahkan setiap kali Saki melukis, Jejawu hampir selalu menemani. Namun…