Aku dituduh bersekongkol dalam kasus pembunuhan Tunggul Ametung, suamiku. Aku dituduh berkomplot dengan para pengacau untuk mengudeta, menggulingkan pemerintahan Sang Akuwu Tumapel yang adalah ayah dari anak yang sedang kukandung. Malah ada…
Cerpen : Surat untuk Emak oleh E Rokajat Asura
Yth Emak Mak, apa kabar? Semoga emak sehat. Alhamdulillah sekarang saya sama istri juga sehat. Ya, disehat-sehatkan saja, Mak. Banyak mengeluh juga percuma. Setiap hari dipaksa banting tulang, pulang kerja badan serasa…
Cerpen : Mengampuni Maling oleh Sulistiyo Suparno
MALING berpesta di Dukuh Halimun. Dalam sepuluh hari terakhir ini, empat warga kampung itu kehilangan sepeda, televisi, kelinci, ayam, selimut di jemuran, dan barang sederhana lainnya. Ronda malam digalakkan pun terasa percuma….
Cerpen : Pesta Panen Warga Dukuh Miring oleh Achmad Rohani Renhoran
TAHUN-TAHUN subur mulai masuk ke Dukuh Miring. Para petani bersukacita menyambut masa panen raya pertama. Sawah menguning semua, laiknya emas. Kerbau, kambing, hewan ternak lain terus bersenandung di dalam kandang. Di kaki…
Cerpen : Layang-layang Manusia oleh Suwito Adi Prasetyo
Ini pertama kalinya aku melanggar peraturan yang dibuat ibuku. Aku melanggarnya sepulang sekolah, ketika ibu tidur pulas di kamarnya. Kata ibuku, di hari pertama peraturan itu ditegakkan—sebulan setengah yang lalu, bila aku…
Cerpen : Penyerangan Kedua oleh Jemmy Piran
Awal Desember 1980. HUJAN mulai turun. Sungai-sungai meluap. Hutan kembali rimbun. Bukit-bukit yang kerontang menghijau. Angin musim barat dan hujan memaksa kami harus menghindar, mengungsi ke tempat yang agak lebih tinggi, mendirikan…
Cerpen : Soto Mi Tanpa Mi oleh Sena Widya
Sore sudah hampir hilang. Seorang pelayan mendatangiku. Dengan cepat langsung kujawab: dua mangkuk soto mi tanpa mi dan segelas es jeruk. Mungkin dia heran dengan konsep soto mi tanpa mi atau dengan…
Cerpen : Kabut dan Asap
SUBUH hampir tiba dan kabut lagi-lagi turun. Menyelimuti kota dengan haru yang menutup pandangan mata. Membuat para warga jadi kesulitan untuk berjalan ke surau dan melaksanakan salat Subuh. Aku melihat Pak Jadi…
Cerpen : Sebelum Hari Itu oleh Darmawati Majid
”Lalu, dengan apa kau akan menghidupi anakku?” Haji Iwan bertanya kepadanya tanpa memalingkan wajah sama sekali dari layar televisi dengan volume yang jelas disetel untuk mengintimidasi kelelakian Kali. LAKI-LAKI yang akhirnya menentukan…
Cerpen : Kisah Ganjil Ajo Bariang oleh Finka Novitasari
EMPAT puluh hari setelah kematian Ajo Bariang, kuburnya ditemukan berlubang tiga. Satu di dekat nisan, satu di tengah, dan satu lagi tepat di atas kaki. Lubangnya menyerupai galian untuk menyemai benih jagung….