“Kau tahu kenapa Ibu dan Bapak menamaimu Kemuning?“ “Mungkin karena Ibu menyukai warna kuning. Atau pada saat Muning lahir, Bapak sedang mengajarkan topik imbuhan sisipan kepada para siswa di sekolah.“ Meskipun Ibu…
Cerpen : Tersangka Tidak Punya Nama oleh Rania Alyaghina
NAMANYA A. Tidak, namanya bukan benar-benar A. Tapi sebut saja ia adalah A. Orang-orang di sekitar masih mengimbau orang-orang di sekitar pula untuk menyembunyikan nama aslinya. Jangan sampai nama aslinya terbongkar, kata…
Cerpen : Kronik Bukit Api oleh T Agus Khaidir
Akhirnya ada jawaban untuk menampik cerita perihal bukit api. Cerita perihal Laung dan keluarganya yang disebut masih gentayangan dan senantiasa siap menuntut balas pada warga desa yang 21 tahun lalu menyerbu rumah…
Cerpen : Lelaki yang Membunuh Gorila oleh Karisma Fahmi Y.
Ia bangun dan bertanya pada diri sendiri mengapa tangan dan kausnya berlumur darah. Sebagian sudah mengering dan membuat kaus putihnya kaku. Darah siapa ini?. Sebagian bercak darah mengenai selimut dan seprai. Ia…
Cerpen : Seperti Kelinci yang Dililit Ular Sanca oleh Triyanto Triwikromo
Lingshan yakin kematian itu indah. Karena dikutuk tak mati-mati, berulang-ulang Lingshan mencoba bunuh diri, tetapi selalu gagal. Hingga Januari yang masih dihajar hujan dan badai yang menerbangkan bangkai-bangkai tikus, lelaki yang tinggal…
Cerpen : Perempuan Gila Itu Ibuku! oleh Muhammad Solihin
ENTAH mengapa pikiranku tertuju pada perempuan paruh baya yang aku jumpai dua hari lalu di pelabuhan penyeberangan kapal feri. Di sana, semua orang terlihat tidak ada yang peduli dengan keberadaan perempuan itu….
Cerpen : Perempuan Penjual Rembulan oleh Nono Warnono
MATAHARI senja bergegas sembunyi di balik cakrawala. Pascahujan horison menyembulkan aneka warna. Lengkungan bianglala mempesona setiap tatap mata. Sayup-sayup terdengar lagu bocah-bocah menyambut pelangi senja. Di desaku era tujuh puluhan lagu yang…
Cerpen : Hari-hari Menjelang Kutukan Pak Haji Umar oleh Baron Yudo Negoro
KISAH ini dulu pernah kuceritakan, tetapi tidak berakhir karena Pak Haji Umar menggagalkannya. Dan aku menceritakannya lagi sekarang, kendati aku sedang berada di dunia lain, tempat di mana hari-hari selalu gelap dan…
Cerpen : Dua Lelaki oleh Okky Madasari
DUA pasang mata itu berjumpa. Agak lama mereka terpaku, hingga kemudian kedua tangan berjabat dalam ragu. Mereka melangkah bersama, beriringan menyusuri jalan raya, lalu berbelok ke tanah lapang yang berbatasan dengan laut….
Cerpen : Membenci Angpao oleh Yuditeha
HARI ini perayaan Imlek, biasanya akan ada atraksi barongsai, semarak lampion, dan anak-anak akan menerima angpao. Semua itu lekat dengan warna merah. Dulu, aku sangat bersemangat jika mendengar kata angpao. Tapi sekarang…