1 PASANGAN itu naik ketika para penumpang yang lain sudah pada mapan duduk dan atau ribut berceloteh dengan para pengantar. Aku sendiri—kebagian nomor gang dan terletak di tengah gerbong—duduk pada pegangan tangan….
Tag: Beni Setia
Cerpen : Rumi oleh Beni Setia
Dingin itu memuncak sejak ngambil wudhu untuk shalat subuh. Kabut tebal. Petunjuk waktu pada arloji telah ada di kisaran 6, 3, dan 9. Apa ini termasuk wilayah Indonesia bagian barat, gumamku—memaksakan…
Cerpen : Langgam Urbana oleh Beni Setia
(Atawa Jakarta in Rap) Di Jakarta—ungkap lik War—jam ada di mana-mana. Di pagar rumah, di pintu halaman, di dinding di samping kiri atau kanan pintu masuk dekat bel, di dinding dan kursi-kursi…
Cerpen : Kiriman Laut yang Terlambat oleh Beni Setia
Bila malam menjejak, memanjang sampai mau beranjak di penghujung lain, seiring dengan pasang naik, dari zona pesisir sebelum jalan membelok ke pedalaman, dari salah satu rumah yang dialingi pohon-pohon bakau dari tangan…
Cerpen : Salvo oleh Beni Setia
Ada senapan serang AKA, dengan magasin penuh, di belakang lemari pakaian kamar tidur utama. Sederetan paku di dinding menahannya agar tidak jatuh dan tetap tersembunyi. Tersamarkan, meski dengan gampang kita meraih dan…
Cerpen : Senja Merah Khairan oleh Beni Setia
Setengah berkacak, dengan lembut, Arsad menendangi bongkahan blok mesin sepeda motornya. “Nggak akan tembus kan, Sir?” katanya. Nasir menggeleng. Khairan menepuk bahunya. “Kita juga main, Sad. Kita tutup nomor jagonya, dan karenanya…