LEMBAH Kupu-kupu dicapai Azqila dengan perjalanan perahu menjelang langit gelap. Ia mengikuti Anka, kekasihnya, seorang pemandu wisata, mengantarkan lima pasang turis Yunani, menaiki perahu dari pantai Oludeniz. Lima pasang turis itu mencari…
Tag: S Prasetyo Utomo
Cerpen : Setahun Sunyi Gamelan oleh S Prasetyo Utomo
Benarkah Ayah dan teman-temannya memainkan gamelan? Setahun sepeninggal Ibu, Ayah memilih hidup dalam sunyi. Gamelan dikerudung kain merah, berlapis debu. “Biar aku merenungi semua kebaikan ibumu,” kata Ayah. “Sejak nikah, aku terlalu…
Cerpen : Malam Laksmita oleh S Prasetyo Utomo
Tengah malam, dalam pulas tidur, Ayah mengigau, ketakutan, serupa diburu setan. Berteriak-teriak. Tak jelas benar kata-kata yang diteriakkan. Menampakkan rasa ngeri. Laksmita pernah bertanya pada Ayah, mimpi apakah yang selalu menghantuinya. Ayah…
Cerpen : Ular Randu Alas oleh S Prasetyo Utomo
Tersembunyi kisah rahasia pada sebatang pohon randu alas tua. Tak seorang pun berani menebangnya. Seabad sudah pohon randu alas itu berumur. Aku menduga, pohon randu alas yang menjulang kokoh di tepi jalan…
Cerpen : Pengunyah Sirih oleh S Prasetyo Utomo
Mulut Sukro senantiasa memerah. Bibir, gigi, dan lidah lelaki setengah baya itu mengundang perhatian orang lantaran memerah. Ludahnya merah segar. Kebiasaannya mengunyah sirih, sebagaimana dilakukan para wanita zaman dulu, membekaskan warna…
Cerpen : Memburu Mata Kera oleh S Prasetyo Utomo
Hasrat Aji menembak mata kiri induk kera itu kian menggoda. Mata kanan induk kera telah dibutakan dengan peluru senapan angin. Tenang sekali Aji saat membidik induk kera di dahan pohon rambutan, tepat pada mata kanannya. Anak kera terperosok dari dekapan induk kera. Terguling…
Cerpen : Penyusup Larut Malam oleh S Prasetyo Utomo
Sunyi wajah lelaki tua, lusuh, bersarung dan berpeci. Langkahnya pincang memasuki pelataran rumah Aryo. Lepas asar, dalam gerimis, wajah lelaki tua lusuh itu seperti susut. Menahan kegugupan. Dia menemukan pencariannya pada Aryo…
Cerpen : Sakri Terangkat ke Langit oleh S Prasetyo Utomo
Desau angin berpusar kencang. Merobohkan pohon-pohon. Berdebam. Merontokkan daun-daun kersen di sekitar pabrik gula yang telah lama mati. Gedung tua berlumut, dengan cerobong asap berkarat itu berderak-derak. Sakri memandangi angin yang terus…
Cerpen : Pohon Mangga Alas Tua oleh S Prasetyo Utomo
Jalan setapak di tepi Alas Tua terus mendaki, licin, rimbun, dan sunyi. Salma menelusuri jalan setapak, sehabis diguyur hujan siang tadi. Ia melintasi tepian Alas Tua, hutan di tepi kota. Kandungannya membesar….
Cerpen : Cermin Jiwa oleh S Prasetyo Utomo
Wajah Ulfa jernih, tenang, dan penuh percaya diri. Sepasang lengkung alisnya serupa mantra. Menenteramkan siapa pun yang menatapnya. Ia keluar dari rumah kayu. Menampakkan sosok samar di kebun anggrek. Hangat matahari menyingkap…