1998 Keluar dari ballroom hotel bintang empat, tanganku melingkar ke pinggang Dinda. Ini malam keenam aku berhasil mengajak Dinda keluar dari kosnya. Malam ini kami menikmati musik jazz yang rutin sebulan sekali dihelat di…
Bulan: Juni 2023
Cerpen : Makhluk Tanpa Kepala oleh Iis Suwartini
TANGIS Nunik pecah, orang-orang mulai berdatangan. Ia tak lagi mampu menahan kepedihannya. Anaknya raib begitu saja. Tak ada seorang pun yang mengetahui keberadaan buah hatinya. Sementara Tarjo sibuk menyiapkan kembang tujuh rupa,…
Cerpen : Dokter yang Menyangkal Palung Gantung oleh Musa Hasyim
KUBURAN Sri masih basah. Air mata keluarga besarnya belum kering, sama belum keringnya dengan desas-desus bahwa Sri mati bukan karena bunuh diri, melainkan karena Palung Gantung. Aku jelas menolak kabar itu. Sebagai…
Cerpen : Sebuah Cerita Pendek di Meja Kafe oleh Alexander Robert Nainggolan
Untuk Sandi Firly Apa yang bisa kau tebak dari waktu? Waktu yang kerap kali melingkar. Berputar dan kembali lagi pada titik semula. Ia mendapati dirinya sendiri di meja kafe, membaca sebuah cerita…
Cerpen : Malam Arwah oleh Risda Nur Widia
PENSIUN sebagai kyouyu shougaku [1] di Tokyo, Takara Kairi memutuskan tinggal di kota kecil Kamikatsu. Kota itu merupakan wilayah tenang yang berada di Prefektur Tokushima, dan tempat yang ingin ditinggali oleh almarhum…
Cerpen : Eksekusi Koruptor oleh Fahrul Khakim
LELAKI sinting itu tergeletak di hadapan Mayang. Tak sia-sia dia membiusnya dari hotel dan mengikatnya di rel kereta. Dendamnya harus terbayar. Lelaki itu sudah kelelahan berteriak minta tolong. Mereka berada di daerah…
Cerpen : Tetes Hujan Tak Pernah Datang Sendirian oleh Dody Widianto
SEHARUSNYA warna langit yang kelabu akan menerjunkan butir-butir bening dari angkasa dengan irama yang ritmis. Juga aroma yang manis. Namun, entah kenapa satu suara malah membuatku ingin menangis. Prakkk! Suara itu berulang….
Cerpen : Sebatang Bonsai oleh Widya Amanda
EMPAT tahun lalu, aku bertemu seseorang di sebuah toko tanaman. Ia jatuh hati padaku tanpa alasan, lantas membawaku pergi bersamanya. Meletakkanku di sebuah tempat yang sering diterpa angin dari pagi hingga sore….
Cerpen : Selepas Buhaji Pergi oleh Dwi Ratih Ramadhany
Aku dilarang menangis. Katanya, kepergian adalah hal yang niscaya. Namun, bagaimana mungkin? Akulah yang selama belasan tahun tidur bersamanya, meletakkan jari telunjuk dan tengahku di antara hidung dan mulutnya, memastikan dia masih…
Cerpen : Mira Ingin Jadi Batu oleh Mashdar Zainal
Malam, sehari sebelum pembagian rapor kenaikan kelas, Mira menatap cermin dalam kamarnya, dia mendengar suara-suara dari dalam dirinya. Ya Tuhan, mengapa anak ini bodoh sekali. Mengapa dia tidak bisa memahami angka-angka, penjumlahan,…