– Ketika mataku terbuka, persis menghadap jam di dinding kamar. Pukul tujuh kurang lima. Seketika jantungku berdetak lebih cepat. Sepanjang hidupku, baru kali ini aku bangun kesiangan dan tidak menjalankan shalat Subuh….
Kategori: KOMPAS ONLINE
Cerpen : Surat dari Ibu oleh Ni Luh Pradnya Wulandari
Langit sore ini lebih gelap daripada biasanya. Angin kecil yang terasa dingin menerpa rambutku pelan. Kulihat setitik air mulai jatuh dari langit, awalnya hanya beberapa, tapi lama-kelamaan semakin banyak dan deras. Aku…
Cerpen : Rumah Air oleh Budi Saputra
”Inilah banjir besar terparah sejak lima puluh tahun terakhir.” ”Parah, banyak orang merugi. Tak bisa panen sawit, tak bisa panen karet. Jalanan kini harus pakai perahu. Buaya pun mengintai. Hati-hati.” Meski jauh…
Cerpen : A Kim dan Paman Bong Sin Bu oleh Aris Kurniawan
Dua bulan menjelang ujian nasional ketika bencana itu datang menghampiri A Kim. Putri kesayangan pemilik perusahaan penyewaan alat berat penambangan timah itu telat datang bulan. Dia panik begitu melihat hasil test pack menunjukkan dua…
Cerpen : Dongeng Ibu dan Tukang Sepatu di Ujung Jalan oleh Marliana Kuswanti
Tukang sepatu di ujung jalan itu mengingatkan Satrio akan ayahnya. Masih terang dalam ingatannya, saat ayahnya yang seorang tukang sepatu pamit bekerja. Tepat di ujung jalan itulah, ayahnya menunggu orang-orang yang membutuhkan…
Cerpen : Musim Semi di Kisufim Road oleh Benny Arnas
Di bawah kepak burung-burung nasar yang lalu-lalang di angkasa, Fillia dan Abram beradu pandang pada sebuah senja di halte 21 di tepi Kisufim Road, jalan raya yang memanjang dari perbatasan Gaza hingga…
Cerpen : Siwa Nataraja oleh Ni Wayan Wijayanti
Perempuan di hadapanku terdiam. Tatapannya seolah memohon ampun. Namun hatiku sudah terlalu mengeras, bahkan sekadar hanya untuk meliriknya dengan sudut mata. Menurutku, dia sudah lama mati. Bahkan bayangannya saja sudah terkubur dalam,…
Cerpen : Lelaki Eukaliptus oleh Alexander Bala
Bus antarprovinsi itu berhenti di pinggir jalan negara. Di sore hari, persis saat warga Desa Laramata telah berada di rumahnya masing-masing, setelah sepanjang hari bergumul dengan tanah dan lahan. Biasanya, kedatangan warga…
Cerpen : Agustinus oleh Teni Ganjar Badruzzaman
Dua minggu setelah hari ulang tahunnya yang keempat belas, Agustinus yang sedang bermain ponsel di kamar terperanjat dari posisi rebahannya, ketika tiba-tiba terdengar pintu depan rumahnya di gedor-gedor dengan kasar. Tepat saat…
Cerpen : “Robohnya Surau Kami” Masih Tetap Aktual oleh Pamusuk Eneste
SEBAGIAN dari pembaca barangkali sudah pernah membaca cerpen “Robohnya Surau Kami” karya sastrawan AA Navis (1924-2003). Cerpen yang ditulis pada tahun 1950-an itu memperoleh hadiah sastra majalah Kisah pada 1955. Kemudian cerpen…