Aku berdiri membeku dari daun pintu. Menatap lekat pada tubuh kaku yang ditutupi kain panjang berwarna coklat itu. Suasana di rumahku di detik itu tidak lagi hangat. Suara jeritan ibu yang terus…
Kategori: KOMPAS ONLINE
Cerpen : Dua Hari oleh Bagus Sulistio
Kata orang, hanya ada dua jenis hari saja di dunia ini: hari baik dan hari buruk. Aku tidak tahu jenis apa yang akan datang pada hari ini. Jika sudah tahu dari awal…
Cerpen : Ngaben Sederhana oleh I Made Sugianto
Di antara kecamuk perasaan kehilangan, sebagai kepala keluarga aku harus cepat mengambil keputusan apakah mayat ayah akan dikubur atau dibakar. Apa pun keputusanku, kami sekeluarga tetap harus minta bantuan tetangga dan warga…
Cerpen : Ngiung oleh Sumiati Al Yasmine
Telanjang matahari kulihat. Jejak kaki mana yang tertinggal di belakang jalan tikus. Semestinya tidak demikan bunyi itu bersembunyi. Ingin menemukannya yang tak ditemukan dalam harapan kosong. Bertanya juga kepada sunyi, mengapa bunyi…
Cerpen : Bising oleh May Wagiman
”Brak!!” Apartemenku bergetar. Aduuuh…! dalam hati menggerutu kesal. Berisik! sudah tahu apartemen ini usianya sudah uzur. Usia 30 tahun untuk ukuran gedung apartemen, kalau di usia manusia mungkin sudah harus pakai tongkat…
Cerpen : Di Balik Langit, Kau Akan Bahagia oleh Abul Muamar
Setelah dua puluh tahun menjadi manusia robot, tubuhnya berubah menjadi serpihan debu pada suatu siang menjelang sore. Kasur di dalam kamar kosnya penuh dengan debu tubuhnya. Ia ingin sekali bangkit dari tidurnya…
Cerpen : Cendana oleh Argianto Wasthu Aulya
Angin bawa pergi air mataku ini Coba kutahan namun tak berhenti Mengalir tuk kau yang takkan mengerti. Minggu, 24 November 2026 Lagu dari pendengung suara Amir menggelegar benar di telinganya. Bukan pula…
Cerpen : Semesta Tubuh Putu Sarma! oleh Kudanarapadya
Putu Sarma* Kepak sayapnya tak henti terbang mengangkasa dalam metamorfosis dirinya sebagai tubuh yang lain, tubuh seekor kuda jantan yang berjingkrak di langit biru, biru dan biru. Mengejar para bidadari yang menari…
Cerpen : Harimau Liar di Hari ”Meugang” oleh Tin Miswary
Andah duduk termenung di ambang pintu, di gubuk reyot peninggalan orangtuanya. Syukur di kampung itu tak pernah terjadi badai, hanya kesiur angin sepoi-sepoi dari hamparan sawah yang terbentang luas di belakang gubuk….
Cerpen : Mudik ke Kuburan oleh Agus Noor
Di ruang tunggu Rumah Sakit kami sama duduk, sesekali berseling batuk, memandangi orang-orang yang terkantuk: bosan antre menunggu giliran masuk ruang pemeriksaan. Rasanya, kami juga sama melihat Maut yang sembunyi di sudut…