Seruput darah meleleh itu, agar arwahnya tenang…. Kau masih mencoba bertahan, tak terbakar nafsu. Perampok itu ingin menikmati kemudaanmu. Biadab! Umpatan apa lagi yang tepat untuk seorang lelaki tinggi besar, berewokan, hitam,…
Kategori: KOMPAS ONLINE
Cerpen : Tunggu Aku di Tugu oleh Ayu Prawitasari
Putaran ketiga sendok teh yang mengelilingi cangkir abu-abu tepat pukul setengah lima pagi mengantarkanku ke Stasiun Tugu tepat di jalur empat. Keretaku akan tiba pukul tujuh malam dan kamu sudah menungguku sejak…
Cerpen : Ada Udang di Balik Panggung oleh Diah Novianti
Bima menggerutu. Tentu cuma batinnya saja yang tahu. Senyuman tetap terpasang di wajahnya. Namun, otot-otot pipinya telanjur menegang sehingga kesan kaku justru menyuar dari romannya. Sebenarnya ia sudah diajarkan cara menjaga citra…
Cerpen : Hari di Mana Aku Menjadi Tua oleh Ella Surya
Hujan menjemput mereka dalam kebisuan. Diantar oleh derap langkah sepatu-sepatu bersol tebal juga kendaraan beroda besar yang sibuk melompati genangan air. Beberapa pasang mata terbuka lebar di antara celah jendela yang sempit….
Cerpen : Dari Mana Datangnya Air di Buah Kelapa? oleh Boni Chandra
Kamu menoleh dan melihatnya. Adikmu itu bernama Aira. Ia mulai duduk di bawah pohon kelapa. Sambil menengadah, jarinya bergerak menghitung jumlah buah di tandan kelapa. Tak lama, ia pun bertanya, ”Dari mana…
Cerpen : Harry Sapono dan Sekantung Foto oleh Ken Hanggara
Kunjungan tak terduga Harry Sapono ke sebuah kota melahirkan satu pertanyaan: ”Sebegitu murahkah harga kebenaran?” Kota itu kini terkemas rapi dalam kertas-kertas foto beraroma tajam yang tak lepas dari pelukannya. Tiada barang…
Cerpen : Mengejar Beras oleh Kompas dan Dwi Koen Studio
sumber : kompas.id, 03 Mar 2024.
Cerpen : Surat Arwah oleh Risda Nur Widia
Aku pulang larut dengan menjinjing kepala pening seraya menuntun sepeda gen-chari hadiah mantan kekasihku. Sepanjang malam aku minum-minum sendiri di mise tanpa niat merayakan festival Hanabi. Aku tidak berselera ikut tenggelam dalam lautan lima ribu warga…
Cerpen : Negeri Pemuja Koruptor oleh Dede Dermawan
”Gila negerinya maju banget, maling aja bisa jadi caleg,” seru Kasman melihat spanduk bertuliskan ”Dukung Pak Barry, korupsi dana irigasi, tetapi berjanji korupsi lebih banyak lagi”. ia terpukau meski kelelahan berlari. Kasman…
Cerpen : Tsunami Gurun oleh Jein Oktaviany
”Dunia ini begitu menyenangkan.” Lelaki itu tiba-tiba duduk di kursi. Bila, perempuan yang sedang menutupi tangisnya dengan asap, ingin sekali memaki. Hujan masih begitu deras. Botol kaleng disimpan si lelaki di meja….