Mak Inah tergolong penduduk paling tua di kampung kami, satu perkampungan urban di pinggiran kota metropolis. Pembawaannya tenang, jarang bicara dan tak sering terlihat di luar rumah berbaur bersama warga lain. Mungkin…
Kategori: KOMPAS ONLINE
Cerpen : Jodoh Piutang oleh A Djoyo Mulyono
Kali ini, setelah tak terhitung istrinya berbuat semena-mena, Wasta telah memutuskan untuk bercerai. Ia tak peduli lagi mengenai mitos yang pernah didengar dari kakak iparnya, kalau istrinya memiliki jimat Perkutut Banjar Petung….
Cerpen : Mengapa Mereka Tak Kunjung Datang oleh Lia Laeli Muniroh
Kau sempat khawatir ketika pertama kali harus mengajar melalui medan yang tak kau inginkan. Kau sadar, saat itu jembatan yang terbuat dari kayu dapat mengancam nyawa kapan saja. Siapa saja yang tidak…
Cerpen : Rumah Tepi Kali oleh Yin Ude
Untuk ketiga kalinya aku, Bambang, dan Rivan harus menyusuri kali kecil dangkal di tengah hutan itu. Kecil dangkal tapi menjadi habitat lintah. Maka tiap berada di dalamnya kami bertiga tak bisa tenang….
Cerpen : Monodramator, pada Suatu Hari oleh Agus Dermawan T.
Auditorium itu sudah dipenuhi pengunjung. Baldasar, seorang monodramator dadakan yang sekonyong-konyong populer, muncul di panggung. ”Sesungguhnya saya bukan ahli dalam bermonolog. Karena saya adalah seorang pelukis yang sekadar kepingin bicara. Lha, bagaimana, ya….
Cerpen : Uni Rubiyah dan Bang Kundat oleh Abdul Hadi Anshary
Kulihat dia semakin tak gairah bekerja. Tapi itu dia. Istrinya lain lagi, tambah semangat bekerja. Kuduga-duga, ada sesuatu agaknya. Namun sikap diamnya ini tak berani kutelisik lebih jauh. Nanti marah lagi dia….
Cerpen : Rabu yang Baik oleh I L Sembiring
Rabu lahir pada hari Rabu di kampung yang belum banyak tersentuh kemajuan zaman. Orang tua di tempat kelahiran Rabu biasanya menamai anak mereka sesuatu yang ada di sekitar si anak saat baru…
Cerpen : Pindah Rumah oleh Mashdar Zainal
Hari-hari padapekan pertama pindah ke rumah kontrakan barunya, Ali Ridho disibukkan oleh beraneka perkakas, baju-baju, serta buku-buku yang bertumpuk dan butuh dirapikan dalam rak. Istrinya sedang hamil tua dan tidak bisa membantu…
Cerpen : Di Bawah Tiang Gantung oleh Jagad Wijaksono
Di bawah tiang gantung aku seperti menyaksikan orang-orang di hadapanku berdoa bersama, dari tangan-tangan mereka yang terangkat sedada dan terbuka membentuk mangkuk aku seakan melihat cahaya yang memancar. Aku menyipitkan mata karena…
Cerpen : Kado dari Guru Honor oleh Beatrix Polen Aran
”Zaman sekarang ternyata seorang dokter juga bisa menjadi guru, bukan hanya seorang guru,” ujar Pater Ola pada perayaan pancawindu sekolah yang terletak di ujung timur sebuah kabupaten. Emak-emak dan juga anak-anak meledakkan…