Pernahkah kalian mendengar kelas Bahasa? Ya, kelas Bahasa yang ada pada jenjang SMA. Kelas yang dianggap kurang brand-nya. Tentu, karena kebanyakan di antara mereka akan memilih kelas IPA. Tetapi, gadis 16 tahun itu…
Kategori: KOMPAS ONLINE
Cerpen : Juru Tangis dalam Tiga Babak oleh Ade Mulyono
Sudah seminggu Mak Yanti berjuang melawan penyakit kanker yang menggerogoti tubuhnya. Ia tahu ajal sudah di tenggorokannya. Dengan sisa napasnya yang tinggal satu tarikan lagi, ia mengumpulkan semua anggota keluarganya. Di hadapan…
Cerpen : Cerita dari Warteg oleh Akhmad Sekhu
Dewi Sri begitu sangat tekunnya mengiris tempe tipis-tipis. Sekuatnya rasa kantuk ditahan yang tentu tetap konsentrasi dengan pisau dalam irisan demi irisan tempe agar sama tipisnya. Gadis manis yang berambut panjang itu…
Cerpen : Tamu Dini Hari oleh Ketut Sugiartha
Suta berkemas hendak meninggalkan gedung kesenian kota yang masih berdenyut selepas tengah malam. Ia minta maaf kepada teman-temannya yang masih asyik berbincang karena mendahului pulang dengan alasan, besok pagi ia harus mudik…
Cerpen : Rahasia di Rubanah oleh Eko Setyawan
”Cepat lari ke kamar. Cepat. Kalau tidak, kita akan ketahuan oleh mereka!” Aku gegas menuju kamar yang dimaksud oleh Mei dengan penuh kekhawatiran. Kami beriringan berjarak beberapa langkah saja. Mei berlari tak…
Cerpen : Emas oleh Yin Ude
Mencari kerang di siang hari adalah siksaan bagi Hatimah. Ia tak tahan terik. Dan seperti kali ini, dalam jongkoknya mencungkil pasir pantai surut ia menangis diam-diam. Hanya itu cara ia melampiaskan kepedihan…
Cerpen : Pohon Larangan di Bengayoan oleh Nafi’ah Al-Ma’rab
Pagi berhujan di dusun itu amat baik untuk keduanya. Ini membuat aliran air lebih deras menuju ke hilir. Setiap rakit bambu bisa melaju lebih kuat, cepat, tanpa harus mendorong atau menariknya. Pekerjaan…
Cerpen : Kayu Milik Hutan oleh Intan Soraya
Suara jangkrik dan binatang malam lainnya mulai terdengar. Aning mengerjapkan matanya, mencoba fokus, tapi yang ia lihat hanya kegelapan. Apa mati lampu, ya? pikirnya. Seingat Aning, kasur di kamarnya begitu empuk. Namun,…
Cerpen : Akhir Perjumpaan di Bawah Rindang Pohon oleh Arif Billah
Berbicara dengan sebuah pohon talok di belakang rumah telah menjadi kebiasaan sehari-hari Bu Sahati. Rahman hampir tak pernah mempermasalahkan kebiasaan ibunya, malahan dia seperti mencoba untuk memaklumkan kebiasaan tersebut walau kadang-kadang terlihat…
Cerpen : Istirahat oleh Ayu Febriana
Angin sore menyapu kulit wajahku yang lengket akibat rembesan air mata yang mengering. Pucuk batang ilalang bergoyang-goyang menikmati semilir embusan angin. Kebaya ungu yang melekat di tubuhku tampak mencolok di antara susunan…