Perajin kata itu akhirnya mati sebelum ia sempat memahat sebuah kata yang ia anggap baru (yang kelak ingin ia tuding miliknya sendiri). Yang paling mustajab bunyi dan baunya; yang ia temui dalam…
Kategori: KOMPAS ONLINE
Cerpen : Cinta Buta Amangkurat oleh Ade Mulyono
Malam semakin tua: tinggi dan sunyi. Di peraduannya, Amangkurat belum bisa memejamkan matanya barang sekejap pun. Pikirannya gentayangan. Matanya menyala menjaga rembulan yang sedang berlayar di atas awan. Di bawah cahaya lampu…
Cerpen : Malam Panjang Alina oleh Arie Fajar Rofian
Senja yang jingga perlahan meremang ditelan oleh kelam malam. Azan berkumandang dari salah satu musala di ujung jalan, dilantunkan seorang pria yang terlampau uzur hingga mengharuskannya mengalami jeda berkali-kali, terbatuk-batuk, lalu menarik…
Cerpen : Pengasingan ke Jawa oleh Ita Siregar
Lima belas menit sudah kami menunggu di kantor Tuan Metzler. Ruang kerja tiga kali tiga meter itu terasa sejuk karena selain langit-langit yang tinggi, udara leluasa keluar-masuk melalui lubang angin di bagian…
Cerpen : Bawong Pamit Senja Terbuka oleh Kiki Isbianto
Menderam geram Aya berujar, ”Jagal jahanam kamu, Kak!” Andai mulutnya mampu menganga segigantik rahang paus sperma, sekali caplok, lenyap si kakak seketika. Tapi setelah itu, segera dimuntahkannya. Bagaimanapun jengkelnya Aya pada Evi,…
Cerpen : Ridwan Merebut Dunianya oleh Supartika
Ketakutan terbesar Ridwan dalam hidupnya adalah menjadi buta. Ia selalu membayangkan kebutaan sebagai sesuatu yang menyiksa dan menakutkan. Semua yang dimiliki, semua yang diinginkan akan hilang dan tak berguna lagi. Hanya hitam,…
Cerpen : Lonceng Gereja oleh Jagad Wijaksono
Herman memutuskan untuk pulang dari perjalanan panjangnya setelah sekian lama. ** Dalam perjalanan pulang, kepala Herman dipenuhi oleh bayangan sosok istri dan anaknya. Ia mencoba mengingat-ingat kapan terakhir kali ia berkumpul bersama…
Cerpen : Pohon di Tengah Telaga oleh Imam Wahyudi
Mimpi itu mendatangimu setiap malam. Membuat jiwamu seperti dialiri kedamaian dan kesejukan yang tak pernah kau rasakan selama ini. Ah, mengapa pagi begitu cepat menyibak malam. Kau berharap agar siang yang kerontang…
Cerpen : Adakalanya Malaikat Menangis oleh Indra Tranggono
Pasukan malaikat turun ke Bumi. Dalam waktu singkat, mereka sudah mendarat. Jarak telah terlipat. Surga dan Bumi terasa begitu dekat. Hanya butuh belasan kali kepakan sayap. Begitu menjejakkan kaki di Bumi, tak…
Cerpen : Parkit oleh Zalfa F Anjani
Bapak membeli sepasang parkit. Satu berwarna hijau, dengan jambul dan kepala kuning terang. Satunya lagi berwarna putih, dengan jambul dan kepala biru muda. Mereka berdua hewan yang ribut. Pagi-pagi, ketika fajar masih…