Derap langkah serdadu terdengar jelas hingga ke ruang kelas. Orang-orang berbaju loreng itu menuju ruang guru yang tak jauh dari gerbang sekolah. Dari balik jendela kaca yang sudah mulai kusam, Guru Mud…
Kategori: KOMPAS ONLINE
Cerpen : Istri Sempurna oleh Aveus har
Aku sedang mengurus perceraian sekarang dan merasa tidak baik-baik saja meskipun sudah mempertimbangkannya beberapa hari terakhir. Istriku pasti sudah mengetahui bahwa aku akan melakukan ini meskipun aku belum mengatakannya dan meskipun dia…
Cerpen : Buaian Rahim Patriarki oleh Ni Wayan Wijayanti
”Kembalikan saja jasadku kepada ibu. Ibu Pertiwi. Biarkan angin membawa nafasku kepada bapak. Angkasa yang perkasa. Leburkan jiwaku bersama saudara empat, Catur Sanak. Lalu tinggalkan saja bekasnya, dalam lautan panas ether.” Kau…
Cerpen : Drs. Mandaram oleh Harris Effendi Thahar
Fitri, putri bungsu Pak Man, menyambutnya di pintu pagar sepulang dari salat Magrib dari Masjid Al-Amin tak jauh dari rumahnya. ”Ada tamu laki-laki.” ”Siapa?” ”Ntauk.Mama juga nggak tau.” Hati-hati, Pak Man berdiri, menangkupkan kedua…
Cerpen : Bukit yang Tidak Selesai Dibangun oleh Adam Gottar Parra
Di kota kecil kami yang dilingkungi bukit-bukit, teronggok sebongkah bukit yang tidak selesai dibangun. Namanya Bukit Toktok. Keadaannya berantakan, mirip proyek mangkrak yang ditinggalkan pemborongnya. Di sana-sini terlihat timbunan tanah dan bongkahan…
Cerpen : Anjing-anjing Liar di Makkah oleh Ahmad Setiawan
Angin mati pada dini hari. Di bawah tatapan bulan berwajah bulat, seorang lelaki berjalan cepat menelusuri jalan sempit di antara gedung-gedung dan tebing batu cadas yang curam di pinggiran kota Makkah. Namun,…
Cerpen : Siasat Gemblung oleh A Djoyo Mulyono
Mang Daspan Tidak tahu persisnya, bagaimana bisa Baridin anak dari seorang abdi dalem bijaksana itu mau melakoni elmu milik Gemblung yang jelas-jelas dirinya sendiri tidak mampu mengikuti jejak bapaknya. Tidak tahu pula bagaimana persisnya…
Cerpen : Dua Orang Pendoa oleh Yuan Jonta
Saat menandaskan doanya, dia memberikan tiupan kecil ke mulut botol air mineral. Bibirnya merah hitam karena biasa mengunyah sirih pinang. Bingkai mulutnya kecil dan ia tidak banyak bicara. Aku memercayai kekuatan doanya…
Cerpen : Tamu Istimewa oleh Dahri Dahlan
Kabar kedatangan itu seperti dikirim langsung oleh Tuhan. Sahabat lamanya yang kini menjadi konglomerat segera datang ke kampung dan akan berjumpa dengan dirinya yang miskin. Untuk memastikan itu, Samsir segera menemui si…
Cerpen : Bir oleh Iis Soekandar
Ini minuman bir bukan sembarang bir. Apalagi kau bandingkan dengan bir yang bisa memabukkan seperti dijual di pasaran. Kehangatan yang ditimbulkan justru membuat badan segar. Terlebih kasiatnya. Rasanya agak pedas, tapi tak…