SUATU malam ketika Jena selesai mengepak dan berjalan pulang dari pabrik, secara tak terduga Tuan Jin muncul menghampirinya di sekitar area pekuburan yang sempat terendam banjir pekan lalu. Tentu Jena terkejut, seumur-umur…
Kategori: KOMPAS ONLINE
Cerpen : Gigi Susu Tara oleh Sapta Arif
“Nanti gigi yang dicabut, aku bawa pulang ya, Dok.” pesan Tara padamu. Kau tertegun. Bocah perempuan di hadapanmu ini duduk dengan wajah riang. Sebelumnya, Tara meminta Bik Minah keluar dari ruang periksa….
Cerpen : Jejak Wangi di Tanah Bubat oleh Darju Prasetya
Di bawah langit senja yang memerah seperti darah, aku masih bisa mendengar bisikan angin membawa aroma kematian. Bubat, tanah yang dulu subur ini, kini menjadi saksi bisu ambisi yang memakan korban. Namaku…
Cerpen : Semalam di Priština oleh Eka Arief Setyawan
”… Menjelang hadirnya malaikat maut yang sepertinya menunggu di muka pintu. Saya, Kopje Marikus, memohon bantuan kepada siapa saja yang menyaksikan video ini, agar mampu memenuhi wasiat saya. Wasiat saya hanya satu:…
Cerpen : Kumpulan RT oleh Bayu Kharisma Putra
Nano duduk di beranda rumahnya bersama Mamin, anak guru yang sudah sejak kecil menjadi tetangganya. Asap kretek mengepul, sesekali disertai batuknya Mamin. Nano sendiri tak merokok, tepatnya sudah dua minggu ini ia…
Cerpen : Kucing Tidak Memakan Rumput oleh Aveus Har
“KAKEK mau mendengar cerita?” Aku sedang memandang kosong ke luar jendela ketika cucuku tiba-tiba bertanya. Aku teringat pertanyaan serupa berpuluh tahun lalu dari Ayesha. Aku masih bisa mendengar suara gadis itu. Aku…
Cerpen : Hikayat Ubi Jalar oleh Wawan Kurniawan
Sepulang dari kantor, Kunto menerima telepon dari Aminah untuk segera mencari ubi jalar merah yang di dalamnya terdapat bercak berwarna biru tua. “Itu permintaan istrimu, dia ngidam ubi jalar. Ingat, bercak berwarna…
Cerpen : Hujan oleh Tri Utari
Begitulah hujan menunjukkan cinta dengan caranya. Sehabis mengangkat jemuran pakaian yang basah tertimpa hujan yang turun tanpa aba-aba, kubawa tubuh yang basah berkeringat ini duduk di lantai dapur dekat pintu. Di luar…
Cerpen : Pulang ke Kampung Gedong oleh Angga T Sanjaya
Kau duduk di atas kursi kayu, di depan ruko sembako yang menganga layaknya sebuah mata. Pandanganmu menjarah jalanan kampung Gedong yang memanjang layaknya tahun-tahun yang rebah. Orang-orang lalu-lalang, melintas dalam berbagai urusan….
Cerpen : Pesan dari Seorang yang Bernama Presiden oleh Muhammad Ramadhan Batubara
PESAN pertama dari seorang yang bernama Presiden sampai ke telingaku saat tidur. Ketika itu seperti mimpi, suara-suara terdengar sayup, tapi terasa benar. Katanya, tanamlah cabai rawit karena dari sana semuanya bermula. Lewat…