”Capek, Nak?” Sadam menyambut pertanyaan ayahnya dengan anggukan. Mereka berdua sudah cukup lama berkeliling di Pasar Takjil yang ramai ini, wajar jika bocah seperti Sadam sudah merasakan pegal-pegal. Kaki mungil yang terbungkus…
Kategori: KOMPAS ONLINE
Cerpen : Dalam Bilik Gelap Sugeng Aji oleh Yulistya Yoo
Satu gelegar guntur itu menggunting seluruh aliran listrik satu desa. Hujan yang turun sejak sore, tidak juga mau reda meski dini hari telah menjejak. Sebuah rumah paling besar berkonsep vila mewah tidak…
Cerpen : Keputusan Menyerahkan Warisan oleh Gisti Kartika
ALERA (1), ABAK! (2)” Kata Parjok. Ia memukul meja kayu lapuk yang ada di hadapannya itu dengan wajah yang bersungut-sungut dan memerah seperti darah. Susah payah ia atur emosinya agar tidak membuncah….
Cerpen : CCTV oleh Ricko Wawo
striku berulang tahun hari ini jadi aku pulang lebih awal. Sebelum sampai ke rumah, aku sudah mengirim pesan teks ke ponselnya. ”Mau makan malam di mana, Sayang?” Pesanku itu tak terbaca, mungkin…
Cerpen : New York, Hampir Petang oleh T Agus Khaidir
SAAT Nenek bilang ia hendak memasak Anyang Pakis untuk hidangan berbuka, Bapak dan Ibu tertawa. “Mak, ini New York. Mak lupa?” kata Bapak di sela tawanya yang belum betul-betul reda. Nenek menyunggingkan…
Cerpen : Tamu Menjelang Subuh oleh Yus R. Ismail
Ningsih terbangun. Keringat membasahi kening dan lehernya. Napasnya turun-naik dengan cepat. Ningsih menajamkan telinganya, mendengarkan malam. Suara dengung, suara sunyi, begitu jelas. Matanya melirik jam di dinding sampingnya. Oh, ternyata sudah pukul…
Cerpen : Togog oleh Moehammad Abdoe
Koneksi dengan mesin tempur nomor 77 telah menjadi bagian dari rutinitasku sehari-hari. Ketika aku mematikan sistem malam itu, aku merasa seolah aku meninggalkan bagian dari diriku di laboratorium—sebuah entitas yang setengah manusia,…
Cerpen : Nyekar oleh Ahimsa Marga
SEMUA sudah kupersiapkan rapi. Niatku bulat. Tahun ini aku mau nyekar lebih awal, sebelum ritual nyadran [1] berlangsung, supaya waktunya lebih longgar. Setidaknya empat-lima kali dalam setahun aku menengok Ibuku yang tertidur…
Cerpen : Gigi Copot oleh Malik Ibnu Zaman
Mimpi…. Kata sebagian orang mimpi adalah bunga tidur. Menurut sebagian orang lagi mimpi tidak sekadar mimpi, tetapi memiliki makna. Di mana makna tersebut bisa tersurat atau tersirat. Dengan kata lain mimpi semacam…
Cerpen : Lapis Labu Kuning oleh Mifrah Disni Meiliska
i hadapanku, piring kosong tergeletak seperti kanvas yang belum tersentuh. Aku duduk diam, menatapnya seolah ada sesuatu yang bisa kutemukan di balik kekosongan itu. Ruang makan dan dapur terasa senyap. Denting jarum…