Apa yang dialami Sadewo dua belas jam terakhir mengingatkannya pada malam itu. Malam ketika Isnani terbahak-bahak di antara entakan bas lagu campursari yang menggetarkan kaca-kaca jendela. Lalu malaikat maut datang dalam wujud…
Kategori: KOMPAS ONLINE
Cerpen : Selilit oleh Mashdar Zainal
APA yang dialami Sadewo dua belas jam terakhir mengingatkannya pada malam itu. Malam ketika Isnani terbahak-bahak di antara entakan bas lagu campursari yang menggetarkan kaca-kaca jendela. Lalu malaikat maut datang dalam wujud…
Cerpen : Kloset oleh Fanny J. Poyk
Jejeran kloset yang berwarna putih mengilat di gerai-gerai sederhana itu tersusun rapi. Lokasinya dinamakan Pasar Rumput, tak jauh dari Taman Ismail Marzuki atau TIM. Para penjualnya terlihat sibuk membersihkan bagian-bagian kloset yang…
Cerpen : Kambing Hitam Setan oleh Sugeng Winarno
Di negeri Semelekethe yang aneh dan ajaib, tersebutlah sesosok setan yang dilanda kebingungan bahkan, lebih tepatnya, sedang galau. Namanya Syarrul, setan senior yang sangat kompeten dalam tugasnya: menggoda, menghasut, dan menyesatkan manusia…
Cerpen : UGD oleh Pandu Wijaya Saputra
alam itu pukul satu dini hari, sebuah motor melaju kencang. Di tikungan, ia seperti kehilangan keseimbangan. Benturan antara motor dan bahu jalan tak terelakkan. Pengemudi terlempar dan terguling. Beruntung situasi jalanan tidak…
Cerpen : Pindah Rumah oleh Rio Rozalmi
Ini kali ketiga aku pindah rumah. Walau masih dalam satu kota tapi beda kecamatan. Aku merasa hidup seperti suku yang tinggal di pedalaman hutan, hidup nomaden. Tapi mereka hidup berpindah-pindah dengan alasan…
Cerpen : Cerita tentang Bunga oleh Risda Nur Widia
Aku dan Rie mengamati bunga dalam pot yang sudah bertahun-tahun kami rawat. Bunga itu terlihat segar, bahkan ketika kami lupa menyiramnya. Bunga itu seolah tidak membutuhkan air. Kuncup bunga itu tetap mekar…
Cerpen : Cerita tentang Bunga oleh Risda Nur Widia
AKU dan Rie mengamati bunga dalam pot yang sudah bertahun-tahun kami rawat. Bunga itu terlihat segar, bahkan ketika kami lupa menyiramnya. Bunga itu seolah tidak membutuhkan air. Kuncup bunga itu tetap mekar…
Cerpen : Dua Wajah oleh Rumadi
a masih belum mati. Ia mengutuk keadaan. Waktu azan subuh berkumandang, ia terbangun dan kedua matanya masih membuka. Ia berharap, seperti pagi-pagi sebelumnya, ketika bangun dari lelap tidurnya, ia ingin dijemput kematian….
Cerpen : Laung dan Rahasia Seorang Lelaki oleh Miranda Seftiana
Selenting kasak-kusuk yang selama ini ia peram dalam sunyi akhirnya menuai kabar berita benar adanya. Bukan lagi sekadar bisik-bisik di antara asap cerutu yang mengepuli udara tepi sungai Karang Bulan yang nyaris…