Aminah mendekati Badrin, setelah meletakkan belanjaan di meja teras. Ia beri seulas senyum pagi ke laki-laki yang telah 40 tahun didampinginya. Menyalaminya. Duduk bersisian sesudahnya. ”Habis tehnya? Mau ditambah. Masih ada lagi…
Kategori: KOMPAS ONLINE
Cerpen : Wisanggeni oleh Yanusa Nugroho
Udara naik. Uap tanah naik. Angin kering menggelasak hutan. Hutan terbakar. Rumput di lapangan hangus. Batang-batang tebu kian kering, tapi mungkin kian manis. Mandor-mandornya harus giat berkeliling. Banyak maling. Kebakaran di mana-mana,…
Cerpen : Di Laut Moyang, Saya Kembali Temukan Cinta oleh Emroni Sianturi
Sudah belasan tahun saya tidak lagi kembali melaut seperti kebanyakan saudara di tanah kelahirannya. Di desa kami, seingat saya, hampir keseluruhan orang tua tidak dapat membaca ataupun menulis, termasuk orang tua saya….
Cerpen : Pohon Durian di Atas Kuburan oleh Abul Muamar
Ketika aku mati, tolong tanamkan pohon durian di atas kuburanku. Tanamlah bibit yang bagus, yang daging buahnya tebal dan pulen. Kalau memungkinkan, tanam dua sekaligus. Satu di atas kepalaku, satu lagi di…
Cerpen : Wayang Kulit oleh Nando Gloria
Setelah sekian lama, akhirnya hari ini datang juga. Hari di mana aku akhirnya bisa mewujudkan cita-citaku. Peresmian galeri wayang kulit milikku ini akan menjadi titik balik dari karierku sebagai seorang seniman perajin…
Cerpen : Drupadi, Dengarkan Aku! Kamu Hanya Dibodohi oleh Sri Romdhoni Warta Kuncoro
”Obat ini diminum sesuai anjuran,” kata Arjun, adikku. ”Tadi petugas apotiknya bilang, akan efektif jika pasien mematuhi aturan.” Arjun memperlihatkan beberapa jenis obat yang harus aku telan. Dia mengamati pil-pil itu layaknya…
Cerpen : Rujuk oleh Pujiah Lestari
Sudah cukup lama Nita mencari tahu soal Ratna, akhirnya berhasil juga dia menemukan fotonya. Foto itu tergeletak di laci, dan barangkali Agus lupa menyembunyikannya. Menurut dia, orangnya lumayan menarik. Apalagi ketika sore…
Cerpen : ”Tilar Donya” oleh Dwi As
Parjo meringkuk dalam gelap. Baru jam 7 malam. Dia sengaja mematikan lampu di seluruh rumah agar tak membebani tagihan listrik. Sudah seminggu ini tak ada pemasukan. Toa masjid yang mendadak gemuruh oleh…
Cerpen : Justo oleh Muram Batu
Namaku Justo. Kata bapak, nama itu diambil dari tokoh pemberani, pembela hak-hak kulit hitam, di serial Little Missy. Anak buahnya si Tuan Baron pemilik ladang anggur di Araruna, sebuah kota kecil di…
Cerpen : Buku Panduan Wisata oleh Hubbi S. Hilmi
”Kau pernah ke sini?!” Tanya lelaki yang baru saja kukenal di ruang tunggu beberapa waktu yang lalu. Sekarang ia duduk persis di sebelahku. Memegang sebuah buku panduan wisata yang diambil dari kantong…