Di hadapan Ki Ageng Tirtayasa yang telah menunggu kedatangannya selama berbulan-bulan, isak tangis Rarasati terus bersambung tiada putus. Beberapa saat sebelum mengambil keputusan terpenting dalam hidupnya, kenangan saat pertama kali bertemu dengan…
Kategori: KOMPAS ONLINE
Cerpen : Pemburu Babi oleh Arianto Adipurwanto
Kecepeh tengah duduk bersama suaminya di berugak ketika tiba-tiba mendengar suara nyanyian dari arah hutan. Berulang-ulang. Ia menelengkan kepala, persis seperti yang dilakukan induk ayam tatkala mendengar lengking elang. Kecuntil, suaminya, duduk…
Cerpen : Odong-Odong oleh Seno Gumira Ajidarma
Ratri tidak pernah mengira betapa semuanya akan berakhir di Negeri Kegelapan. Semua ini dimulai dengan keremangan, ketika odong-odong sudah kosong, dan tinggal dirinya sendiri yang belum diturunkan. Tukang odong-odong itu rupanya mengira…
Cerpen : Alas Nangka Dayang oleh Angga T Sanjaya
Di suatu malam ketika suara gending mengiris sunyi dari kejauhan, Ronggo menarik tombak dari jagrak di dalam kamar. Menapaki besalen, ia asah ujung lancipnya. Suara gesekan mendesing mengisi udara, berebut tempat dengan…
Cerpen : Pedro dan Selembar Resep oleh Alexander Robert Nainggolan
Seperti apakah warna kesedihan? Barangkali memang ia serupa dengan angin yang tak bisa diwarnai dengan nyata dan terang, namun dapat dirasakan. Kesedihan adalah rasa yang bertalu dan tumbuh di sepanjang tubuh. Ia…
Cerpen : Pamengkang oleh Muna Masyari
Hampir lima tahun tidak menginjak kampung halaman, suatu hari dia pulang hanya untuk menjual rahim ibunya demi membayar pelacur! Gambar rumah berdempet-dempetan yang berukuran dan berbentuk sama dan hampir tanpa halaman itu…
Cerpen : Sutasoma dalam Kakawin Sang Brahmana oleh Heru Sang Amurwabumi
Hari ketika lelaki itu menenggak racun warangan—atau mungkin sengaja diracuni agar menenggak racun warangan, Trowulan sedang disibukkan upacara Srada Agung, sebab genta lonceng para pandita Kasyiwan dan Kasogatan berdentang tiada henti dari…
Cerpen : Marena oleh Zainul Muttaqin
”Apa yang kau kerjakan sepanjang hari? Menyiapkan makan suami saja tak becus! Seharusnya kau pandai-pandai menyenangkan hati suami.” Dimin pun berlalu, masuk ke dalam kamar mandi, membasuh tubuh, lelah pulang kerja. Sebenarnya…
Cerpen : Metamorfosa Rosa oleh Aliurridha
”Hoek,” bunyi mulutnya ketika mengumpulkan lendir yang lengket di tenggorokan. Setiap selesai mengumpulkannya, Rosa akan meludah ke lantai. Hal itu ia ulangi sepanjang enam sampai tujuh langkah kaki. Sedari tadi ia bolak-balik…
Cerpen : Melati oleh Albertha Tirta
Penampilan bunga melati sangat sederhana. Ia tumbuh menyemak dengan bunga putih mungil tidak menarik perhatian banyak orang. Namun, darinya menguar bau wangi, mampu membuat banyak orang menghidu menikmati aromanya. Ia menjadi pralambang…