Gerimis kecil sudah reda sejam yang lalu, tapi di Sabtu pagi itu Ratih tetap berdiam di mes yang disediakan kantor tempatnya bekerja sendirian. Padahal, teman-teman mesnya yang lain sudah pulang ke rumah…
Kategori: KOMPAS ONLINE
Cerpen : Mila Karakas oleh Mashdar Zainal
Kalau tidak keliru, saya masuk SMA pada pertengahan tahun 1997. Dalam satu kelas ada dua puluh empat siswa. Sepuluh laki-laki dan empat belas perempuan. Pada suatu pagi di awal caturwulan dua, kelas…
Cerpen : Bolos oleh Siti Hajar
Sudah beberapa hari Laura bolos mengaji. Ibunya sudah kewalahan menghadapi tingkah anak perempuannya itu. Ada-ada saja alasan ia absen mengaji. Terkadang ia pura-pura sakit. Pernah sekali ia bersembunyi di bawah tempat tidurnya,…
Cerpen : Kecemasan Bibit Padi oleh Dadang Ari Murtono
Sebatang bibit padi yang baru ditanam bercerita kepada kawan barunya, seekor ular sawah tua yang kebetulan melintas di kalen kecil tak jauh dari dirinya, bahwa dulu ia pernah hidup dengan bahagia dan…
Cerpen : Dongeng dari Selatan Fort De Kock oleh Beri Hanna
Lucas van Pieter, seorang letnan yang bertugas di selatan Fort De Kock telah mencuri hati Anne Murdock lewat tatapan mautnya. Waktu itu mereka berdua tidak sengaja berpapasan di perkebunan kopi. Dan lewat…
Cerpen : Di Batang Lunto Panggih Menunggu oleh Ricky A Manik
Kabut turun setelah hujan semalaman dan bukit-bukit seperti perempuan berkerudung putih dan hamparan lembah dan rumah-rumah warga tampak samar-samar. Panggih berdiri di sana sejak pukul dua dini hari, di pinggir sungai (batang)…
Cerpen : Tanah Warisan Leluhur oleh Fanny J Poyk
Barangkali nama kebun itu tidak tercantum di dalam peta dunia, barangkali juga dia hanya berada dalam kenangan yang membatu, mengingatkan siapa saja yang pernah datang ke sana, selalu rindu untuk kembali. Kebun…
Cerpen : Sebagaimana Salju Pertama oleh Andria Septy
Kamu hanyalah seorang pelacur, yang kusewa dari sebuah rumah bordil tersohor di kota minyak. Aku tak tahu harus mengumpat atau memilih meredam gundah, bisa-bisanya kamu menasehatiku semacam ini. ”Bagaimana orang lain mau…
Cerpen : Rambut Palsu oleh Happy Salma
Bia membuka pintu kamar dengan siku tangan kirinya. Kedua tangannya menjinjing dua kantong besar, juga tas kecil manis yang tersandang di bahu kanan. Diam-diam Bia merasa senang karena menemukan dirinya tidak merasa…
Cerpen : Seduhan Air Gula untuk Emak oleh M. Rosyid H.W.
Apa yang akan kau lakukan jika mengetahui perempuan yang melahirkanmu tidak lama lagi akan dijemput malaikat maut? Rina hanya rutin menyediakan air gula untuknya. Itu adalah air putih biasa dengan gula yang…