Tak ada kopi di surga, di sana hanya ada sungai susu dan madu. Itu yang aku dengar dari orang-orang. Kalau begitu, datanglah ke surgaku. Akan aku buatkan secangkir kopi yang jika lidah…
Kategori: KOMPAS ONLINE
Cerpen : Petani dengan Cangkul Tua yang Rapuh oleh I Wayan Wikana
Titik itu tidak pernah berubah. Titik yang sangat kuat dan kekal. Ya, titik itu tetap seperti itu. Tidak terhendus dan tidak tergerus, asap zaman teknologi. Titik itu berada di sebuah lereng bukit,…
Cerpen : Kehilangan Pemeran Utama oleh Elsafitri
Dia adalah Bara, pacarku. Kami sudah menjalin hubungan selama tiga tahun. Bara orang yang sederhana. Selama berpacaran, dia tidak pernah memberiku hadiah-hadiah mahal atau mengajakku kencan di restoran yang romantis. Dia sering…
Cerpen : Meminjam Sayap Kupu-kupu oleh Eiffah
Aku menatap tajam laki-laki di hadapanku, sementara ia menatap serius pada sepasang sayap kupu-kupu berwarna biru di atas meja. Selama tujuh belas tahun hidup dengannya, aku tak pernah menemui ia seperti ini….
Cerpen : Hari Pertama Menjadi Dukun oleh Musthafa Helmy
Seperti biasa, pagi itu aku menikmati kopi kental manis dan singkong rebus. Tidak ada lagi rokok. Sudah lama tidak merokok mengikuti nasihat istri. Bukan soal kesehatan, tapi lebih banyak masalah ekonomi. Aku…
Cerpen : Keluarga Seni oleh Gandi Sugandi
Tulisan tebal berhuruf kapital ”JANGAN MASUK” di kertas karton terpampang di tengah daun pintu ruangan, di ujung kanan dalam rumah. Ada ayah di sana, sedari pagi masih serius bergelut melukis pemandangan alam,…
Cerpen : Nafsu Serakah oleh Komala Sutha
Hambali berkeyakinan akan mendapat warisan yang tak sedikit. Tentu kekayaan yang melimpah akan dibagikan pada ahli waris yang salah seorangnya itu Rahmi, istrinya. Perempuan sederhana itu anak angkat Amih Dinah, orang terkaya…
Cerpen : Paket oleh Siti Siamah
Menjelang siang, Pak Pos datang menyerahkan sebuah paket kepadaku. Nama dan alamatku sangat jelas tertulis sebagai si penerima paket itu. Lalu segera kuparaf tanda terima yang disodorkan kepadaku, meski aku tidak mengenal…
Cerpen : Tentang Seloki Pustaka dan Mimpi Tiga Pengarang Muda oleh Hari Niskala
Saya menulis cerita ini berdasarkan pengalaman yang saya alami sendiri, berdasarkan kegugupan menjalani hidup, berdasarkan naluri dasar saya, dan tentu saja berdasarkan obsesi umat manusia yang tak kunjung reda. Saya ingin menulis…
Cerpen : Perempuan Pemuja Hujan oleh Rosida
Perempuan itu memandang langit yang mendung. Mengukir kecewa yang teramat sangat. Di ceruk gumpalan menghitam ia letakkan gusar yang bergumpal dukanya. Mendung semakin menghitam menggelayut. Setelah itu hujan turun. Pada deras hujan…