Aku suka hari libur. Aku juga suka saat Bapak mengangkatku tinggi-tinggi. Dengan dua tangannya yang besar Bapak melingkari pinggulku dan menaikkanku. Aku seperti melayang di udara sambil tertawa. Aku bertanya apakah aku…
Kategori: KOMPAS ONLINE
Cerpen : Roh Cinta Ibu oleh Gansar Dewantara
Pertunjukan tunggal setiap pagi yang dilakonkan perempuan itu sanggup mengusir pementasan burung-burung yang lincah dan merdu. Perempuan itu selalu mendekap selembar kain batik mahakaryanya, ia membiarkan rambut ikal hitam sebahu miliknya berserakkan,…
Cerpen : Hamil Tua oleh Rita Musiro
Sinar petromaks berangsur redup, desisnya melirih ditingkah hujan yang memukul-mukul genteng rumah keluarga Pratiwi. Bapak Pendeta sudah siap memberikan pemberkatan perkawinan, tapi calon suami Pratiwi belum menunjukkan batang hidungnya. Bila Mayar—calon suami…
Cerpen : Pasar Janji oleh Windi Meilita
Jika biasanya pedagang menjual segala benda yang dibutuhkan dan menguntungkan, dia tidak. Jika pedagang bangun subuh, pulang malam, dan tidur larut, dia tidak. Hanya satu hal yang membuat dia terlihat sama seperti…
Cerpen : Memutus Kuasa Raja Pemburu oleh Ken Hanggara
Apa yang Anda pikirkan jika seekor kijang yang sedang Anda buru tiba-tiba kabur dan berbalik memburu Anda? Kijang itu mendadak lebih cepat, lebih ganas, lebih cerdik dan licik ketimbang Anda, hingga pada…
Cerpen : Jampe Pamake oleh Yus R. Ismail
Motor yang melaju pelan itu meninggalkan kepulan debu di sepanjang jalan desa. Di depan sebuah warung kecil motor itu berhenti. ”Esih…! Jadi nanti siang…?!” teriak pengemudinya. Esih yang sedang berada di dapur…
Cerpen : Bulan di Pelabuhan Stockholm oleh Alif Ferbriyantoro
Di sebuah taman di dekat pelabuhan Stockholm yang pendiam, akan selalu ada wanita-wanita yang menangis ketika memandang bulan. Bulan yang warnanya keperak-perakan, yang cahayanya jatuh dan membias di lautan, sehingga laut itu…
Cerpen : Ijazah Tembak Acad oleh Nur Husna Anissa
Di tengah kebingungan, Acad menemukan jawaban ke mana arah pembicaraan Mamak selama ini. Berminggu-minggu Acad merasa perintah Mamak bagai misteri. Perintah yang harus dituruti tanpa tahu alasannya. Setelah mendengar percakapan dua orang…
Cerpen : Pesan Orangtua kepada Anaknya oleh Naryati
Nak, Ibu dan Bapak tidak pernah mengenal bangku sekolah. Atau huruf maupun angka. Seumur hidup, kami hanya akrab pada umbi, padi, lumpur, dan ladang. Tangan kami bergelut dengan pacul dan benda kasar….
Cerpen : Mengantar Benih Padi Terakhir ke Ladang oleh Silvester Petara Hurit
Jika waktunya tiba, tanamlah walau hujan belum turun. Ketika benih sudah diantar ke tanah, langit dan bumi kawin. Hujan turun. Padi tumbuh dan membiak di atas tanah berbatu sekalipun. Jangan khawatir, bukan…