Pemabuk itu keluar bar tanpa sebotol vodka, berjalan melewati gang dengan mata merah menggenang, dengan tangan bergoyang-goyang. Dia berhenti di bawah sinar lampu petromaks, menyandarkan tubuhnya yang luyu di tembok gang. Kepala…
Kategori: KOMPAS ONLINE
Cerpen : Ombak yang Mencuri Ingatan oleh Risda Nur Widia
Kau tidak hanya menemukan ombak menderu dengan cara tak beraturan, pondok-pondok kayu, jajaran kapal para nelayan yang diparkirkan setelah seharian melaut, dan batu karang yang pelan-pelan mulai ditindih warna senja. Tetapi—bila cukup…
Cerpen : Perihal Cerita Anjing oleh Bagus Sulistio
”Memang daerah sini banyak anjing, Kyai. Jadi Kyai harus hati-hati,” seorang panitia acara maulid nabi memberi tahu kepadanya. Sebenarnya setelah Lihin mengisi pengajian maulid di desa ini, ia akan mengisi pengajian maulid…
Cerpen : Kue Cokelat Bibi Jalima oleh Marliana Kuswanti
Aku mengenal Bibi Jalima sebagai orang yang sehat sekali. Pun kalau cuma sakit seperti flu, ibu tentu tak perlu sampai meneleponku di siang hari. Ibu tahu jam-jam itu aku masih di kantor,…
Cerpen : Moonlight Sonata oleh Mutia Rahmah
Entah itu di museum atau hanya sekadar gambar dan tulisan di buku-buku yang sudah berjanggut putih. Tak jarang pula ia mengunjungi galeri lukisan hanya untuk melihat apa yang telah terjadi di masa…
Cerpen : Penyanyi Jenazah oleh Denny Dominicus
Hari Minggu ia memilih libur. Meski ada saja yang memohon dan rela membayar tiga kali lipat. Namun, Raja tetap menolak. Padahal, sebelum menjadi penyanyi untuk jenazah, Raja adalah penyanyi kafe. Penyanyi kawinan….
Cerpen : Blenduk oleh Mufti Wibowo
Biarlah dia menguburnya jauh-jauh, dia tak mungkin mengelak sebagai keturunan kesembilan Kyai Segara dengan Nyai Roro Kidul. Setiap keturunan mereka terlahir dengan sebuah keramat. Jika melakukan dosa besar, tubuh mereka akan mengeluarkan…
Cerpen : Warna Senja oleh Rosita
Aku ingin membenamkan wanita itu dalam lautan hitam. Sebagaimana sang surya ditenggelamkannya hingga menyemburkan warna jingga kemerah-merahan di langit. Sedari tadi mulutnya mencerocoskan banyak pertanyaan padaku. Tak henti-henti merogoh kehidupan pribadiku bahkan…
Cerpen : Perempuan Ikan Asin oleh Fajar Martha
Penduduk Pulau Panjang dilanda kegemparan. Telah satu minggu mereka merasakan keanehan: indra perasa mereka tak bisa mencecap asin. Mereka kalang kabut saat tahu rasa tersebut lenyap dari piring dan mangkuk. Tak sedikit…
Cerpen : Promo: Beli Satu, Gratis Satu oleh Teguh Affandi
Tujuh hari sudah widuri ditanam dalam tanah, tapi aromanya masih beterbangan sepenjuru rumah. Di kaca jendela, bersama aroma pembersih kaca, di depan kulkas bercampur sisa-sisa ikan peda, di sobekan catatan belanja, juga…