Tujuh belas tahun silam, kaulah gadis cantik yang paling kukagumi. Yang paling kerap membuat berbunga-bunga di hati, yang paling sering kutulis namanya di diary. Padahal, yang kulakukan sebatas memandangimu. Kadang kurasa kau…
Kategori: KOMPAS ONLINE
Cerpen : Tujuh Hari Meninggalnya Nenek oleh Risen Dhawuh
Halaman belakang rumah telah menjelma dapur sejak tujuh hari yang lalu. Beberapa perempuan tetangga kami mengorbankan waktunya untuk rewang—membuat makanan untuk keperluan kenduri maupun hidangan untuk tamu yang sewaktu-waktu datang sekadar mengucapkan…
Cerpen : Gea dan Ranting Pohon Kemenyan oleh Tunggal Pawestr
Sudah jam setengah empat pagi. Lorong rumah sakit yang terletak di pinggiran kota Jakarta ini masih begitu sepi. Aku dan kekasihku duduk persis di depan kamar jenazah. Kami menunggu keajaiban. Aku sendiri…
Cerpen : Seseorang yang Selalu Ingin Pergi oleh Yetti A.KA
Sebagaimana biasanya, ia tak melakukan persiapan apa-apa saat akan meninggalkan kehidupannya di sini, selain menelepon Hamir dan bilang, ini waktunya aku memilih sebuah tempat yang benar-benar kuinginkan. Hamir berkata, sebaiknya kau menyelesaikan…
Cerpen : Suatu Malam, Sri Mengarang Cerita dari Dolly oleh Guntur Alam
Pikirannya langsung tertuju pada anak semata wayangnya, Wati. Juga emak, bapaknya yang kena katarak, dan kedua adiknya yang walau sudah besar tak bisa berbuat apa-apa karena lumpuh layu. Kena polio, kata orang-orang….
Cerpen : Mahar Kematian oleh Zainul Muttaqin
Laki-laki bertubuh kurus serupa batang lidi itu berjalan keluar, ke teras rumahnya, kemudian ia duduk pada sebuah kursi berwarna kusam. Sesekali terdengar suaranya merintih, rupanya rasa sakit di lehernya semakin menjadi-jadi ketika…
Cerpen : Lukisan oleh Ketut Sugiartha
Tertegun ia di sisi tubuh laki-laki yang terbujur kaku di atas balai-balai ruangan itu. Sebuah bilik persegi panjang yang dindingnya disesaki pajangan lukisan beragam ukuran. Pada sebagian tepi plafon tampak noda kecoklatan…
Cerpen : Berdansa dengan Kupu-kupu oleh Fitri Manalu
Jauh sebelum orang-orang memanggilnya kupu-kupu, Yeshika dikenal sebagai gadis kecil yang kesepian. Sepanjang hari, ia menghabiskan waktu dengan duduk bermenung di bingkai jendela kamarnya atau membual kepada orang-orang yang melintas. Yeshika mengatakan…
Cerpen : Belulang Dekat Bonggol Pohon Ketapang oleh Dewanto Amin
Pohon ketapang tinggal bonggol itu saksi bisu peristiwa 21 tahun lalu, tepat dua hari seusai para remaja putri mempersembahkan keperawanan kepada sang pacar di hari kasih sayang. Dan, bukti peristiwa itu ketemu…
Cerpen : Ibu dan Pigura Kayu oleh A Warits Rovi
Sejarah pigura kayu itu masih kutelusuri. Apa benar almarhum ayah yang membuatnya hingga ibu punya kebiasaan unik; menatap pigura itu berjam-jam. Kadang menangis, kadang tersenyum, dan kadang tertawa di depan pigura kayu…