Di depan sebuah saung yang terletak di sudut pesawahan. Api unggun menyala. Seperti ingin membakar malam yang sepi. Ingin membakar lelancip angin, jerit jangkrik, kerongkongan kodok. Ingin membakar pucuk-pucuk kelapa, awan, dan…
Cerpen : Tentang Perempuan Tua dari Kampung Bukit Batu* oleh Benny Arnas
Mak Atut sudah menghitung. Setengah jam setelah setang kereta untanya putar balik ke pasar kecamatan ia akan menepi di sebuah langgar di perbatasan Bukit Batu dan Marilang. Ia tak tahu apakah ada…
Cerpen : Dua Kabar Sedih oleh T Agus Khaidir
CIK Munah meninggal dunia dan Wak Zainuddin Tambi menerimakan ucapan belasungkawa dari para kerabat dan tetangga dengan tampang lusuh. Wajahnya yang legam bertambah kusam dan kepada tiap-tiap yang datang dia menyesalkan kematian…
Cerpen : Rumah yang Selalu Berbau Busuk oleh Supartika
Kini kami harus menanami pekarang dengan aneka bunga yang berbau harum. Ada mawar, cempaka, sandat, dan bunga harum lainnya. Berbagai jenis bibit mawar kami tanam dan kami memutuskan membabat semua tanaman yang…
Cerpen : Pacar Seorang Penyair oleh Mufti Wibowo
Dari apa kesunyian dicipta? Dengan kalimat singkat, namun puitik itu, ia merayuku. Aku menyerah dan takluk, bahkan sebelum dia memintanya. Sejak itu, statusku adalah pacar seorang penyair. Aku tahu, penyair adalah sejenis…
Cerpen : Genius oleh Arinda Sari
Eits, tunggu, tunggu! Di mana aku berada sekarang? Aku ini siapa? Eh ”apa” lebih tepatnya? Aku tidak mendapat jawaban apa pun atau dari siapa pun. Tidak ada yang bisa menginformasikan keberadaanku ini….
Cerpen : Malam Dingin Tak Lagi Terlihat oleh Elvan De Porres
Sekarang waktu sembahyang rosario dan mereka semua duduk di pelataran rumah Mama Sira. Angin musim kering berembus dari belakang pohon cermele, membawa dengkingan burung elang, dan daun-daun berguguran sebelum berkalang tanah. MENDENGAR…
Cerpen : Impian Tunggul Ametung Lenyap oleh Risen Dhawuh Abdullah
Kamu begitu bahagia atas apa yang kamu dapatkan. Kenikmatan yang Dewata berikan, sungguh tidak dapat dilukiskan dengan kata-kata. Kamu pernah bertanya-tanya dalam hati seakan menyalahkan Dewata meski pada akhirnya kamu melontarkan ucap…
Cerpen : Naq Gomboh Selalu Menunjukkan Wajah Kesakitan oleh Arianto Adipurwanto
Naq Gomboh disebut mati bermimpi. Meski tak seorang pun dapat memastikan apakah ia bermimpi sebelum mengembuskan napas terakhirnya. Ketika Maq Boke, suaminya, terbangun pagi itu dan membangunkannya untuk meminta segelas kopi, Naq…
Cerpen : Cerita di Lampu Merah oleh Muhaimin El Lawi
Siang makin terik. Benang-benang matahari makin mencakar-cakar kepala. Di puncak tiang lampu perempatan itu masih menyala merah. Di bawah tiang besi, rongsokan kendaraan yang remuk menumpuk tinggi. Hilir-mudik kendaraan yang memotong ke…