DI hari-hari awal bertugas di sini, perempuan setengah baya dari bilik binatu mewanti-wanti perihal Suwardi Maladewa. Bilangnya, laki-laki itu sebenarnya tidak gila. Jadi cuma pura-pura? “Sampai sekarang memang belum bisa dipastikan. Tapi…
Cerpen : Keputusan Menyerahkan Warisan oleh Gisti Kartika
ALERA (1), ABAK! (2)” Kata Parjok. Ia memukul meja kayu lapuk yang ada di hadapannya itu dengan wajah yang bersungut-sungut dan memerah seperti darah. Susah payah ia atur emosinya agar tidak membuncah….
Cerpen : CCTV oleh Ricko Wawo
striku berulang tahun hari ini jadi aku pulang lebih awal. Sebelum sampai ke rumah, aku sudah mengirim pesan teks ke ponselnya. ”Mau makan malam di mana, Sayang?” Pesanku itu tak terbaca, mungkin…
Cerpen : New York, Hampir Petang oleh T Agus Khaidir
Saat Nenek bilang ia hendak memasak Anyang Pakis untuk hidangan berbuka, Bapak dan Ibu tertawa. “Mak, ini New York. Mak lupa?” kata Bapak di sela tawanya yang belum betul-betul reda. Nenek menyunggingkan…
Cerpen : Surat dari Burung oleh Yusriman
DI sebuah universitas yang terletak di sudut kota, terdapat sebuah lembaga pendidikan yang dulunya begitu terkenal karena dedikasi dan komitmennya dalam menghasilkan generasi unggul dan berprestasi. Namun, naasnya dalam beberapa tahun terakhir,…
Cerpen : New York, Hampir Petang oleh T Agus Khaidir
SAAT Nenek bilang ia hendak memasak Anyang Pakis untuk hidangan berbuka, Bapak dan Ibu tertawa. “Mak, ini New York. Mak lupa?” kata Bapak di sela tawanya yang belum betul-betul reda. Nenek menyunggingkan…
Cerpen : Algoritma Kesepian oleh Helvy Tiana Rosa
MALAM di Jakarta tahun 2031 berpendar dalam kilau lampu-lampu yang memantul di genangan hujan. Gedung-gedung tinggi berdiri bagai raksasa yang dingin, jalanan dipenuhi kendaraan listrik yang meluncur tanpa suara. Udara dari sistem…
Cerpen : Hotel Orang Mati oleh Kiki Sulistyo
Ketika Maria melihat seorang perempuan duduk sendirian di kursi panjang pinggir jalan, ia merasa pernah mengenalnya. Maria juga duduk di bangku panjang serupa, di seberang jalan, di seberang perempuan itu. Maria mengamat-amati…
Cerpen : Tamu Menjelang Subuh oleh Yus R. Ismail
Ningsih terbangun. Keringat membasahi kening dan lehernya. Napasnya turun-naik dengan cepat. Ningsih menajamkan telinganya, mendengarkan malam. Suara dengung, suara sunyi, begitu jelas. Matanya melirik jam di dinding sampingnya. Oh, ternyata sudah pukul…
Cerpen : Togog oleh Moehammad Abdoe
Koneksi dengan mesin tempur nomor 77 telah menjadi bagian dari rutinitasku sehari-hari. Ketika aku mematikan sistem malam itu, aku merasa seolah aku meninggalkan bagian dari diriku di laboratorium—sebuah entitas yang setengah manusia,…