HANS, tiap kali kita berdiri di tepi sungai itu, kamu selalu mengatakan hal yang sama, seraya menunjuk permukaan sungai yang kehijauan dan memantulkan bayangan kita: mereka menemukan tubuh Rosa*) di sini….
Cerpen : Bersiap Kecewa Bersedih Tanpa Kata-kata oleh Putu Wijaya
(Buat GM) Aku menunggu setengah jam sampai toko bunga itu buka. Tapi satu jam kemudian aku belum berhasil memilih. Tak ada yang mantap. Penjaga toko itu sampai bosan menyapa dan memujikan dagangannya….
Cerpen : Wiro Seledri oleh GM Sudarta
Berita lelayu yang diumumkan mesjid desa sesudah shalat subuh, mengejutkan saya. Mbah Prawiro meninggal dunia, padahal 3 hari yang lalu saya masih menjumpainya saat bersama ta’ziah di tetangga dekat rumah yang…
Cerpen : Biografi Kunang-kunang oleh Sungging Raga
Pada malam hari, ibumu akan menjadi kunang-kunang, terbang ke hamparan bunga-bunga, ke sepanjang jalan, menelusuri remang cahaya, hinggap di daun-daun, berteduh dari embun, lalu terbang lagi, ke atap rumah, ke tiang…
Cerpen : Payung oleh Veridiana
Dian menjulurkan lehernya keluar jendela. Hatinya senang melihat awan hitam bergulung di langit Jakarta sore itu. Terdengar gemuruh guntur berkepanjangan di kejauhan, mirip suara bergulirnya ban raksasa di jalan beton yang…
Cerpen : Pilihan Sastri Handayani oleh Sori Siregar
Begitu Sastri selesai membaca berita dan keluar dari studio, Barbara juga keluar dari cubicle—ruang operator tempat Barbara sebagai produser mengawasi karyawan yang bertugas menyiar—dan menyambut Sastri dengan tersenyum.” ”Sastri,” katanya dengan…
Cerpen : Sematku Patah di Cungking oleh Ema Rianto
Setelah menempuh perjalanan lebih 24 jam dari Perancis-Hongkong-Singapore-Jakarta, Surabaya- Banyuwangi, badan terasa patah-patah. Bis patas AC yang aku naiki dari Surabaya rupanya hanya sampai di Jember. Perjalanan ke Banyuwangi hanya bisa…
Cerpen : Pring Re-ke-teg Gunung Gamping Ambrol oleh Seno Gumira Ajidarma
Ribuan orang baik-baik telah berkumpul di atas bukit, siap menyerbu perkampungan para pencuri, perampok, pembunuh, dan pelacur, yang terletak di tepi sebuah sungai yang mengalir dan berkelok dengan tenang, begitu tenang,…
Cerpen : Air Matamu, Air Mataku, Air Mata Kita oleh Ayi Jufridar
Ketika kamu bercerita tentang apa yang dilakukan lelaki tua itu terhadapmu, kita menangis bersama dalam sebuah kamar bermandikan cahaya. Hujan di luar telah mengembunkan kaca jendela sehingga membuatku ingin menggoreskan namaku dan…
Cerpen : Perempuan yang Tergila-gila pada Idenya oleh Ni Komang Ariani
Inilah saatnya aku menyesal telah menikahi perempuan yang tergila-gila pada idenya. Tidak cukupkah ia menjadi perempuan biasa saja, seperti aku suaminya yang merasa cukup hidup sebagai orang biasa. Seharusnya aku tahu…